Lombok Tengah mencanangkan pemanfaatan lahan kering untuk sorgum

id Sorgum,Lombok Tengah ,NTB

Lombok Tengah mencanangkan pemanfaatan lahan kering untuk sorgum

Kementerian PUPR saat melakukan penanaman Sorgum di lahan pemerintah di area Bendungan Batujai Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (ANTARA/Akhyar)

Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat,  mulai mencanangkan pemanfaatan lahan kering untuk ditanami tanaman sorgum guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Luas lahan kering di Lombok Tengah cukup tinggi dan tanaman sorgum juga dianggap sangat cocok ditanam di lahan kering," kata Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah, Taufikurahman di Praya, Kamis.

Ia mengatakan, berdasarkan data sementara ada 17.400 hektare lahan kering di Lombok Tengah. Dari potensi tersebut yang bisa dimanfaatkan oleh Dinas Pertanian baru sekitar 13.000 hektare untuk ditanami berbagai jenis tanaman.

"Sehingga ke depan, kami terus memaksimalkan berbagai potensi lahan ini untuk pengembangan tanaman seperti sorgum," katanya.

Ia mengatakan, Lombok Tengah pada umumnya ada tiga musim tanam, musim tanam pertama di lahan kering ini biasa ditanami padi gora dan ada juga yang menanam kedelai, sehingga pihaknya mendorong untuk ditanami sorgum.

"Ada sekitar 3.000 sampai 4.000 hektare lahan kering yang bisa ditanami sorgum. Tanaman ini tahan dengan lahan kering," katanya.

Penanaman sorgum ini bisa dilakukan di musim kemarau pertama dan untuk tahun ini sebenarnya yang sudah diinisiasi untuk tanaman sorgum masih 10 hektare dan berkembang dengan adanya swadaya masyarakat ada tambahan 25 hektare. Seluruh tanaman sorgum ini masih fokus dikembangkan di satu desa yakni Desa Sukadana, Kecamatan Pujut.

“Kami sebenarnya mendorong agar tanaman sorgum ini ditanam di kawasan yang selama ini ditanami jagung, karena cukup banyak juga masyarakat yang menanam jagung di lahan kering," katanya.

Untuk mengembangkan tanaman sorgum ini tidak ada kendala, terlebih pasar untuk sorgum juga sudah tersedia. Namun memang yang saat ini masih dirasa kurang adalah benih bantuan dari pemerintah yang terbatas.



 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2022