Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menginstruksikan penyaluran bantuan difokuskan pada orang yang tidak mampu dan membutuhkan bantuan, utamanya warga miskin yang terdampak banjir pada masa tanggap darurat banjir Kota Mataram.
"Kalau tidak butuh bantuan tidak apa-apa. Yang jelas pemerintah kompak, kalau satu diterima semua harus diterima. Jadi saya minta pemerintah untuk fokus di kampung-kampung di mana banyak orang tidak mampu dan membutuhkan bantuan. Kita (pemerintah) hadir untuk yang memberikan bantuan kepada yang membutuhkan," kata Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Mataram, Selasa.
Penegasan ini disampaikan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyikapi adanya sebagian warga terdampak banjir di Kota Mataram yang menolak diberikan bantuan oleh pemerintah.
Ia memaklumi jika ada warga yang menolak diberikan bantuan oleh pemerintah. Menurutnya, hal itu untuk memberikan kesempatan pada pemerintah fokus menyalurkan bantuan kepada warga yang tidak mampu.
"Kalau begitu, kita urus yang tidak mampu saja," ujar Gubernur NTB.
Baca juga: TGC Mataram tangani 27 korban banjir dengan cedera serius
Sementara disinggung terkait permintaan bantuan bencana kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada masa tanggap darurat, Gubernur NTB menegaskan ia sudah mengirimkan surat ke BNPB, bahkan berkomunikasi langsung dengan Kepala BNPB.
"Sudah, bahkan Kepala BNPB menanyakan langsung apa-apa yang dibutuhkan NTB. Daftarnya banyak sekali yang kita minta, ada permintaan perahu karet, karena kalau terjadi lagi perahu karet kita tidak cukup, sehingga kita butuh banyak tambahan baik ukuran kecil maupun besar," katanya.
"Selain itu kita minta bantuan ekskavator kecil untuk membersihkan kampung-kampung yang gangnya kecil-kecil, karena ekskavator besar tidak bisa masuk, sehingga kita butuh ekskavator kecil untuk bersihkan selokan dan lain-lain," sambungnya.
Baca juga: Peduli sesama, PKK Mataram galang donasi untuk korban banjir
Selain itu, kata dia, dalam mengatasi dampak banjir ini adalah bagaimana memulihkan kondisi ekonomi warga yang terdampak. Karena, seperti di Lingkungan Kekalik dan Abian Tubuh, yang terdampak itu industri tahu tempe warga karena semua bahan baku mereka hanyut dan rusak.
"Itu yang kita pikirkan bagaimana mereka bisa mendapatkan bahan baku lagi. Kemudian kalau yang punya kredit bagaimana bisa direstrukturisasi supaya ada waktu buat mereka bisa pemulihan lagi. Jadi semuanya sudah kita bahas bersama Forkopimda dan Wali Kota Mataram dan sudah kita bagi tugas," ucap Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Baca juga: Legislator: Penanggulangan banjir jadi prioritas dalam RPJMD NTB 2025-2029
Baca juga: Banjir Mataram, Pemprov NTB tetapkan status darurat bencana
Baca juga: DLH Mataram anggarkan Rp100 juta perbaikan tembok TPST jebol akibat banjir
Baca juga: Gelombang pasang perparah dampak banjir di Mataram
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026