640 Pebalap GFNY Jelajahi Wisata Lombok
Kamis, 22 September 2016 20:04 WIB
Mataram (Antara NTB) - Sebanyak 640 pebalap dari dalam dan luar negeri dipastikan ikut ambil bagian menjelajahi kawasan wisata Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, dalam ajang "Grand Foundo New York" (GFNY) 2 Oktober 2016.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal di Mataram, Kamis, mengatakan kegiatan yang diikuti para komunitas pecinta sepeda dari Tanah Air dan mancanegara itu, nantinya akan melintasi rute kawasan wisata andalan di Pulau Lombok.
Mulai dari kawasan wisata Pantai Sekotong, Nambung di Kabupaten Lombok Barat, Batu Jangkih, Batu Jai di Kabupaten Lombok Tengah, kawasan wisata di Kota Mataram, selanjutnya kawasan wisata perbukitan Pusuk, Pemenang, Pantai Nipah, Malimbu di Kabupaten Lombok Utara dan berakhir di kawasan wisata Pantai Senggigi Lombok Barat.
"Untuk start dan finish mengambil tempat di kawasan wisata Senggigi," katanya.
Ia menjelaskan, nantinya para peserta akan terbagi dalam dua kategori jarak tempuh, yakni terdekat 80 kilometer dan terjauh 180 kilometer melalui empat kabupaten di Pulau Lombok, yakni Lombok Barat, Lombok Tengah, kota Mataram, dan kabupaten Lombok Utara.
"Jadi rute yang dilalui peserta hampir setengah Pulau Lombok, minus Kabupaten Lombok Timur yang tidak dilalui," ucapnya.
Menurut Faozal, terpilihnya Lombok sebagai tuan rumah karena pemegang lisensi GFNY menyukai keindahan yang dimiliki Pulau Lombok. Terutama, kata dia, keindahan alam dan budayanya yang masih alami.
"Lombok dipilih karena penyelanggara melihat Lombok indah. Karena itu mereka mengajak para komunitas sepeda dunia untuk datang ke Lombok," jelasnya.
Ia menyebutkan, para peserta GFNY ini terdiri 60 persen peserta dalam negeri yang berasal dari sejumlah provinsi, sementara 40 persen lagi merupakan peserta dari luar negeri, seperti Amerika Serikat, Jepang, China, Malaysia, Singapura, Italia, Jerman, Australia, Kanada, Selandia Baru, Korea, Brunei Darussalam, Norwegia, Inggris, Thailand, Denmark, Polandia, Prancis, Kolombia, Meksiko, Kostarika, Swiss, Argentina, Chile, Skonlandia, Belanda, Swedia, Finlandia, dan tuan rumah Indonesia.
"Para peserta akan tiba di Lombok pada 30 September dan 1 Oktober merekan akan di terima dan makan malam bersama Gubernur NTB, kemudian 2 Oktober para peserta sudah mengikuti lomba," tuturnya.
Selain para peserta dari dalam dan luar negeri, lomba GFNY itu juga akan diikuti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, Ketua PB ISSI Rajasapta Oktohari. Bahkan, untuk peserta terdapat sejumlah pebalap yang memiliki sertifikat dari USA.
"Kedua gubernur ini sama-sama memiliki hobi bersepeda, termasuk Ketua ISSI, sehingga mereka memastikan akan ikut dalam lomba yang baru pertama kali digelar di Lombok ini," ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Panitia dari GFNY Tene Permatasari mengungkapkan alasan dipilihnya Lombok sebagai ajang GFNY, salah satunya karena Lombok memiliki alam yang indah.
Sebelum ditetapkan Lombok sebagai lokasi GFNY, awalnya kegiatan akan dilaksanakan di Bali, namun karena ingin melihat dan mengenal Lombok, akhirnya dipilih Lombok.
"Kita tahu ajang ini sudah lama di gelar, khususnya di New York tempat awal para komunitas sepeda ini dibentuk. Namun, seiring waktu para komunitas sepeda seluruh dunia diarahkan di luar dan Indonesia ditetapkan dengan Pulau Lombok sebagai lokasi penyelenggaraan," ujarnya.
Khusus untuk balap sendiri, kata Tene, nantinya para pebalap akan mengikuti dua race dengan menggunakan ketepatan waktu, yakni 12 jam untuk jarak 180 kilometer dan 5 jam untuk jarak tempuh 80 kilometer.
"Untuk hadiah utama atau juara pada ketepatan waktu akan mendapat sepeda balap senilai Rp60 juta, sedangkan untuk juara satu tim mendapat hadiah Rp20 juta, juara dua Rp10 juta dan juara tiga Rp6 juta," katanya. (*)
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal di Mataram, Kamis, mengatakan kegiatan yang diikuti para komunitas pecinta sepeda dari Tanah Air dan mancanegara itu, nantinya akan melintasi rute kawasan wisata andalan di Pulau Lombok.
Mulai dari kawasan wisata Pantai Sekotong, Nambung di Kabupaten Lombok Barat, Batu Jangkih, Batu Jai di Kabupaten Lombok Tengah, kawasan wisata di Kota Mataram, selanjutnya kawasan wisata perbukitan Pusuk, Pemenang, Pantai Nipah, Malimbu di Kabupaten Lombok Utara dan berakhir di kawasan wisata Pantai Senggigi Lombok Barat.
"Untuk start dan finish mengambil tempat di kawasan wisata Senggigi," katanya.
Ia menjelaskan, nantinya para peserta akan terbagi dalam dua kategori jarak tempuh, yakni terdekat 80 kilometer dan terjauh 180 kilometer melalui empat kabupaten di Pulau Lombok, yakni Lombok Barat, Lombok Tengah, kota Mataram, dan kabupaten Lombok Utara.
"Jadi rute yang dilalui peserta hampir setengah Pulau Lombok, minus Kabupaten Lombok Timur yang tidak dilalui," ucapnya.
Menurut Faozal, terpilihnya Lombok sebagai tuan rumah karena pemegang lisensi GFNY menyukai keindahan yang dimiliki Pulau Lombok. Terutama, kata dia, keindahan alam dan budayanya yang masih alami.
"Lombok dipilih karena penyelanggara melihat Lombok indah. Karena itu mereka mengajak para komunitas sepeda dunia untuk datang ke Lombok," jelasnya.
Ia menyebutkan, para peserta GFNY ini terdiri 60 persen peserta dalam negeri yang berasal dari sejumlah provinsi, sementara 40 persen lagi merupakan peserta dari luar negeri, seperti Amerika Serikat, Jepang, China, Malaysia, Singapura, Italia, Jerman, Australia, Kanada, Selandia Baru, Korea, Brunei Darussalam, Norwegia, Inggris, Thailand, Denmark, Polandia, Prancis, Kolombia, Meksiko, Kostarika, Swiss, Argentina, Chile, Skonlandia, Belanda, Swedia, Finlandia, dan tuan rumah Indonesia.
"Para peserta akan tiba di Lombok pada 30 September dan 1 Oktober merekan akan di terima dan makan malam bersama Gubernur NTB, kemudian 2 Oktober para peserta sudah mengikuti lomba," tuturnya.
Selain para peserta dari dalam dan luar negeri, lomba GFNY itu juga akan diikuti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, Ketua PB ISSI Rajasapta Oktohari. Bahkan, untuk peserta terdapat sejumlah pebalap yang memiliki sertifikat dari USA.
"Kedua gubernur ini sama-sama memiliki hobi bersepeda, termasuk Ketua ISSI, sehingga mereka memastikan akan ikut dalam lomba yang baru pertama kali digelar di Lombok ini," ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Panitia dari GFNY Tene Permatasari mengungkapkan alasan dipilihnya Lombok sebagai ajang GFNY, salah satunya karena Lombok memiliki alam yang indah.
Sebelum ditetapkan Lombok sebagai lokasi GFNY, awalnya kegiatan akan dilaksanakan di Bali, namun karena ingin melihat dan mengenal Lombok, akhirnya dipilih Lombok.
"Kita tahu ajang ini sudah lama di gelar, khususnya di New York tempat awal para komunitas sepeda ini dibentuk. Namun, seiring waktu para komunitas sepeda seluruh dunia diarahkan di luar dan Indonesia ditetapkan dengan Pulau Lombok sebagai lokasi penyelenggaraan," ujarnya.
Khusus untuk balap sendiri, kata Tene, nantinya para pebalap akan mengikuti dua race dengan menggunakan ketepatan waktu, yakni 12 jam untuk jarak 180 kilometer dan 5 jam untuk jarak tempuh 80 kilometer.
"Untuk hadiah utama atau juara pada ketepatan waktu akan mendapat sepeda balap senilai Rp60 juta, sedangkan untuk juara satu tim mendapat hadiah Rp20 juta, juara dua Rp10 juta dan juara tiga Rp6 juta," katanya. (*)
Pewarta : Nur Imansyah
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menuju Indonesia Emas 2045, Bupati Lombok Tengah minta kepala sekolah pegang amanah
30 January 2026 21:05 WIB
WNA pemilik hotel di Lombok Barat dilaporkan terkait dugaan eksploitasi seksual
30 January 2026 21:02 WIB
Rute penerbangan Darwin-Lombok segera dibuka, NTB sambut wisatawan Australia
30 January 2026 17:20 WIB
PWI NTB dan MIM Foundation salurkan sembako untuk korban banjir Lombok Tengah
30 January 2026 17:09 WIB
Main game saat jam pelajaran, Pelajar di Lombok Tengah terjaring razia Satpol PP
30 January 2026 8:02 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Wow kirab pemuda Nusantara di Lombok dimeriahkan tradisi "nyongkolan"
02 November 2018 4:47 WIB, 2018