DLH Mataram siapkan petugas kebersihan objek wisata
Selasa, 16 April 2024 16:48 WIB
Ilustrasi: kafilah pawai takbiran menyambut 1 Syawal 1445 Hijriah di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, membawa platik sampah kuning sebagai partisipasi penangan sampah ketika ada kegiatan skala besar. (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)
Mataram (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyiapkan ratusan petugas pada sejumlah objek wisata saat perayaan Lebaran Topat atau Lebaran Ketupat yang akan dilaksanakan pada Rabu (17/4).
Kepala DLH Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Selasa, mengatakan ratusan petugas kebersihan di objek wisata sebagai bagian skenario penanganan sampah saat perayaan Lebaran Topat.
"Satu titik objek wisata, kita siapkan 25-30 petugas kebersihan yang bertanggung jawab menjaga kebersihan di areal tersebut," katanya.
Menurutnya, saat perayaan Lebaran Topat sepanjang 9,1 kilometer pantai di Kota Mataram mulai dari ujung selatan hingga utara biasanya dipadati oleh masyarakat yang merayakan Lebaran tersebut, seperti di Pantai Gading, Mapak Indah, Loang Baloq, Tanjung Karang, Pantai Boom Ampenan, Pantai Pura Segare, Bintaro, hingga ke Pantai Meninting.
Masyarakat biasanya datang ke objek wisata setelah melakukan ritual ziarah makam dirangkaikan dengan doa dan zikir, kemudian makan bersama dengan membawa berbagai bekal dengan menu utama ketupat, opor, urap, dan Bantal yang merupakan salah satu jajanan khas tradisional yang dibuat warga untuk merayakan Lebaran Topat, serta makanan lainnya.
Kondisi itu tentu menjadi potensi penambahan volume sampah di Kota Mataram terutama di objek wisata. Apalagi yang datang berwisata ke Kota Mataram tidak hanya warga kota, melainkan dari sejumlah kabupaten/kota di Pulau Lombok.
"Karena itulah kebersihan menjadi hal utama yang harus kita prioritaskan agar kawasan-kawasan wisata tetap bersih," katanya.
Selain menyiagakan ratusan petugas, pihaknya juga akan menyiapkan tempat-tempat sampah, karung, serta plastik sampah, yang dapat digunakan pengunjung untuk mengumpulkan sampah.
Baca juga: DLH Mataram pastikan lapangan Shalat Id bebas sampah
Baca juga: DLH Mataram ajak kafilah peserta pawai takbiran bantu tangani sampah
Dengan demikian, kata dia, masyarakat bisa berpartisipasi menjaga kebersihan kawasan wisata serta memudahkan pekerjaan petugas kebersihan di lokasi.
"Konsep itu sudah kita coba saat kegiatan pawai takbiran menyambut 1 Syawal 1445 Hijriah dan hasilnya cukup efektif," katanya.
Setiap kafilah pawai takbiran diberikan kantong sampah dan petugas dari kafilah mengambil sampah di sekitarnya sepanjang jalan yang di lewati. Saat malam takbiran sampai Idul Fitri terjadi peningkatan volume sampah sekitar 28-30 ton dari volume normal 200 ton.
"Kondisi peningkatan volume sampah serupa juga kita prediksi terjadi saat Lebaran Topat besok pagi," katanya.
Kepala DLH Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Selasa, mengatakan ratusan petugas kebersihan di objek wisata sebagai bagian skenario penanganan sampah saat perayaan Lebaran Topat.
"Satu titik objek wisata, kita siapkan 25-30 petugas kebersihan yang bertanggung jawab menjaga kebersihan di areal tersebut," katanya.
Menurutnya, saat perayaan Lebaran Topat sepanjang 9,1 kilometer pantai di Kota Mataram mulai dari ujung selatan hingga utara biasanya dipadati oleh masyarakat yang merayakan Lebaran tersebut, seperti di Pantai Gading, Mapak Indah, Loang Baloq, Tanjung Karang, Pantai Boom Ampenan, Pantai Pura Segare, Bintaro, hingga ke Pantai Meninting.
Masyarakat biasanya datang ke objek wisata setelah melakukan ritual ziarah makam dirangkaikan dengan doa dan zikir, kemudian makan bersama dengan membawa berbagai bekal dengan menu utama ketupat, opor, urap, dan Bantal yang merupakan salah satu jajanan khas tradisional yang dibuat warga untuk merayakan Lebaran Topat, serta makanan lainnya.
Kondisi itu tentu menjadi potensi penambahan volume sampah di Kota Mataram terutama di objek wisata. Apalagi yang datang berwisata ke Kota Mataram tidak hanya warga kota, melainkan dari sejumlah kabupaten/kota di Pulau Lombok.
"Karena itulah kebersihan menjadi hal utama yang harus kita prioritaskan agar kawasan-kawasan wisata tetap bersih," katanya.
Selain menyiagakan ratusan petugas, pihaknya juga akan menyiapkan tempat-tempat sampah, karung, serta plastik sampah, yang dapat digunakan pengunjung untuk mengumpulkan sampah.
Baca juga: DLH Mataram pastikan lapangan Shalat Id bebas sampah
Baca juga: DLH Mataram ajak kafilah peserta pawai takbiran bantu tangani sampah
Dengan demikian, kata dia, masyarakat bisa berpartisipasi menjaga kebersihan kawasan wisata serta memudahkan pekerjaan petugas kebersihan di lokasi.
"Konsep itu sudah kita coba saat kegiatan pawai takbiran menyambut 1 Syawal 1445 Hijriah dan hasilnya cukup efektif," katanya.
Setiap kafilah pawai takbiran diberikan kantong sampah dan petugas dari kafilah mengambil sampah di sekitarnya sepanjang jalan yang di lewati. Saat malam takbiran sampai Idul Fitri terjadi peningkatan volume sampah sekitar 28-30 ton dari volume normal 200 ton.
"Kondisi peningkatan volume sampah serupa juga kita prediksi terjadi saat Lebaran Topat besok pagi," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sebanyak 1,67 juta orang diprediksi padati Ketapang--Gilimanuk pada Lebaran
11 February 2026 6:40 WIB
Bapanas pastikan harga pangan di NTB stabil jelang Imlek, Ramadhan, dan Lebaran 2026
05 February 2026 5:10 WIB
Terpopuler - Kota Mataram
Lihat Juga
Diskominfo Mataram Jadi OPD pertama tempati kantor baru di Lingkar Selatan
10 February 2026 17:48 WIB