Sebanyak 1.000 usaha kecil di NTB terima sertifikat halal gratis
Rabu, 17 Juli 2024 16:28 WIB
Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Barat Hassanudin (keempat kiri) menyerahkan sertifikat halal kepada pelaku usaha mikro kecil di Asrama Haji Embarkasi Lombok yang berlokasi di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (17/7/2024). (ANTARA/HO-Humas Pemprov NTB)
Mataram (ANTARA) - Sebanyak 1.000 usaha mikro dan kecil (UMK) di Nusa Tenggara Barat (NTB) menerima sertifikat halal gratis klaim sendiri yang dapat memberikan rasa tenang bagi para konsumen untuk membeli produk mereka.
Penjabat Gubernur NTB Hassanudin mengatakan sertifikat halal merupakan syarat wajib untuk menjamin produk-produk yang berkualitas dan aman bagi konsumen.
"Pemberian sertifikat halal menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk lokal NTB di kancah nasional maupun internasional," ujarnya di Mataram, Rabu.
Hassanudin menuturkan NTB potensial untuk menjadi pusat industri produk halal terbesar di wilayah timur Indonesia.
Baca juga: 20 jagal sapi di NTB mengantongi sertifikat juru sembelih halal
Menurutnya, peluang itu bisa diwujudkan dengan kolaborasi bersama semua pihak. Industri gaya hidup halal memiliki potensi yang sangat besar dari sisi keuntungan ekonomi dan lapangan pekerjaan.
"Sertifikat halal merupakan upaya pelaku UMK untuk mendapat kepercayaan bagi konsumen dengan menjamin produk-produk yang jual memiliki kualitas terbaik," kata Hassanudin.
"Langkah ini sebagai upaya kami mendukung program pengembangan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Kami berharap bagi pelaku UMK memahami manfaat sertifikat halal, bukan hanya berkualitas tapi juga memenuhi standar halal yang baik," imbuhnya.
Baca juga: Disprinkop Mataram memberikan pendampingan kepemilikan sertifikat halal
Kegiatan penyerahan sertifikat halal bagi 1.000 pelaku usaha mikro dan kecil itu berlangsung di Asrama Haji Embarkasi Lombok yang berada di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 17 Juli 2024.
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, Yulius, mengatakan penerbitan sertifikat halal membuka peluang usaha guna memandu pelaku UMK di pasar global.
Sertifikat halal sudah memakai standar dunia yang menentukan kualitas produk-produk lokal.
"Indonesia optimis menjadi pusat halal dunia, mengingat posisi Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia," pungkas Yulius.
Baca juga: Pemprov NTB apresiasi BCA fasilitasi 364 UMKM dapat sertifikat halal
Baca juga: Disperin NTB fasilitasi 120 IKM dapatkan sertifikat halal jelang MotoGP
Penjabat Gubernur NTB Hassanudin mengatakan sertifikat halal merupakan syarat wajib untuk menjamin produk-produk yang berkualitas dan aman bagi konsumen.
"Pemberian sertifikat halal menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk lokal NTB di kancah nasional maupun internasional," ujarnya di Mataram, Rabu.
Hassanudin menuturkan NTB potensial untuk menjadi pusat industri produk halal terbesar di wilayah timur Indonesia.
Baca juga: 20 jagal sapi di NTB mengantongi sertifikat juru sembelih halal
Menurutnya, peluang itu bisa diwujudkan dengan kolaborasi bersama semua pihak. Industri gaya hidup halal memiliki potensi yang sangat besar dari sisi keuntungan ekonomi dan lapangan pekerjaan.
"Sertifikat halal merupakan upaya pelaku UMK untuk mendapat kepercayaan bagi konsumen dengan menjamin produk-produk yang jual memiliki kualitas terbaik," kata Hassanudin.
"Langkah ini sebagai upaya kami mendukung program pengembangan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Kami berharap bagi pelaku UMK memahami manfaat sertifikat halal, bukan hanya berkualitas tapi juga memenuhi standar halal yang baik," imbuhnya.
Baca juga: Disprinkop Mataram memberikan pendampingan kepemilikan sertifikat halal
Kegiatan penyerahan sertifikat halal bagi 1.000 pelaku usaha mikro dan kecil itu berlangsung di Asrama Haji Embarkasi Lombok yang berada di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 17 Juli 2024.
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, Yulius, mengatakan penerbitan sertifikat halal membuka peluang usaha guna memandu pelaku UMK di pasar global.
Sertifikat halal sudah memakai standar dunia yang menentukan kualitas produk-produk lokal.
"Indonesia optimis menjadi pusat halal dunia, mengingat posisi Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia," pungkas Yulius.
Baca juga: Pemprov NTB apresiasi BCA fasilitasi 364 UMKM dapat sertifikat halal
Baca juga: Disperin NTB fasilitasi 120 IKM dapatkan sertifikat halal jelang MotoGP
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Kota Mataram
Lihat Juga
Tak mau kecolongan, Mataram bangun menara pantau peringatan dini bencana di pantai
06 February 2026 17:29 WIB
Bapanas pastikan harga pangan di NTB stabil jelang Imlek, Ramadhan, dan Lebaran 2026
05 February 2026 5:10 WIB
Mataram sambut Ramadhan, Warga bisa beli pangan murah langsung dari distributor
04 February 2026 14:37 WIB