Mataram (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi tahunan atau year on year di Nusa Tenggara Barat sudah menyentuh angka 3,05 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 108,93 poin pada Juli 2025.

"Sekarang Nusa Tenggara Barat sudah dalam kondisi yang harus kita benar-benar mengkondisikan agar kita bisa mengendalikan inflasi supaya jangan sampai di atas 3,5 persen," kata Kepala BPS Nusa Tenggara Barat (NTB) Wahyudin di Mataram, Jumat.

Wahyudin memaparkan laju inflasi tahunan tersebut melonjak hampir satu kali lipat sejak Mei yang saat itu hanya bertengger di level 1,63 persen, kemudian menjadi 2,51 persen pada Juni, dan melesat ke angka 3,05 persen pada Juli 2025.

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi tahunan terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan angka mencapai 1,80 persen. Selanjutnya, perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,71 persen.

Baca juga: Kendalikan inflasi, Bulog NTB gelontorkan 23.607 ton beras SPHP

Adapun kelompok pengeluaran pendidikan berkontribusi sebesar 0,15 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebanyak 0,14 terhadap laju inflasi tahunan tersebut.

"Kini sudah 3,05 persen. Perjalanan kita masih cukup panjang enam bulan ke depan," kata Wahyudin.

BPS mencatat komoditas yang dominan memberikan andil inflasi secara tahunan, di antaranya emas perhiasan, tomat, bawang merah, beras, ikan teri, akademi/perguruan tinggi, rokok, kelapa, hingga nasi dengan lauk.

Baca juga: BPS NTB siapkan wilayah kerja statistik untuk Sensus Ekonomi 2026

Di Nusa Tenggara Barat, daerah dengan inflasi tahunan tertinggi ada di Kabupaten Sumbawa sebesar 3,29 persen dengan indeks harga konsumen mencapai 109,13 poin. Sementara itu, Mataram yang menjadi ibu kota provinsi mengalami inflasi tahunan 2,82 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 108,85 persen.

"TPID harus mengantisipasi supaya inflasi tidak keluar dari target yang sudah ditetapkan (maksimal 3,5 persen)," ujar Wahyudin.

Baca juga: Kenaikan harga pangan dan tarif angkutan udara picu inflasi di NTB
Baca juga: Inflasi Kota Bima tertinggi di NTB pada April 2025
Baca juga: NTB mengalami inflasi 0,69 persen pada April 2025