Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar pelatihan motif tenun dalam rangka meningkatkan ekonomi kreatif lokal di daerah setempat.
"Pengembangan motif menjadi langkah penting agar kualitas dan variasi produk tenun lokal terus meningkat," kata Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj Hanipah saat membuka kegiatan pelatihan motif tenun di Sumbawa Barat, Selasa.
Ia mengatakan, pelatihan ini merupakan kelanjutan dari program yang telah berjalan lebih dari tiga tahun, untuk mendukung potensi perajin tenun dan melestarikan budaya yang telah diwariskan.
"Kabupaten Sumbawa Barat terdapat empat kelompok tenun yang aktif yakni Kertasari, Mantar, Mura, dan Batu Bele," katanya.
Baca juga: NTB sebut izin ekspor AMNT positif bagi pertumbuhan ekonomi
Ia mengatakan, kelompok-kelompok ini menjadi binaan pemerintah daerah dan difasilitasi untuk terus berproduksi serta meningkatkan daya saing produk, sehingga bisa membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Oleh karena itu, pentingnya penguasaan teknik dan keberlanjutan produksi, sehingga budaya tenun di Sumbawa Barat dapat dilestarikan.
“Kami berharap penenun menekuni keterampilan ini, sehingga hasilnya dapat dipasarkan dengan baik dan memberikan kontribusi terhadap perputaran ekonomi lokal," katanya.
Baca juga: NTB kaji aspek biologi dan habitat gurita di Selat Alas Lombok-Sumbawa
Ia berharap kepada para peserta untuk mengikuti kegiatan pelatihan tersebut dengan baik, sehingga dapat meningkatkan kualitas produk tenun yang dihasilkan.
”Dukungan pemerintah berupa agenda promosi, pembelian produk untuk kebutuhan resmi, serta program pelatihan lanjutan diharapkan memperluas peluang pasar bagi pelaku IKM," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperindag Sumbawa Barat Suryaman mengatakan, pelatihan motif tenun ini akan berlangsung selama 20 hari.
Peserta yang sebagian besar telah mengikuti pelatihan dasar tahun sebelumnya kini difokuskan pada pengembangan motif tenun.
"Sebelum dilanjutkan ke tahap produk turunan. Kami dukung promosi melalui fashion show dan kegiatan lain agar hasil tenun semakin dikenal masyarakat," katanya.
Baca juga: Samota jadi episentrum pembangunan ekonomi biru di Sumbawa
Baca juga: Pembangunan kawasan Samota Sumbawa tak berdampak bagi hiu paus
Baca juga: Bupati Sumbawa Barat kunjungi posko normal baru Pasar Tanamira