Sumbawa Barat (ANTARA) - Bupati Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat Amar Nurmasnyah mengatakan seleksi program beasiswa mekanik alat berat yang telah dimulai ini tetap dilaksanakan secara transparan dan terbuka.

"Kami imbau peserta dalam mengikuti kegiatan seleksi ini secara maksimal dan kemampuan terbaik," kata Amar Nurmansyah di Sumbawa Barat, Kamis.

Ia mengatakan program ini dirancang khusus untuk menjaring dan mendidik talenta terbaik putra daerah menjadi tenaga kerja profesional di bidang mekanik alat berat.

"Inisiatif ini merupakan bagian dari industrialisasi ketenagakerjaan, yang merupakan salah satu aksi dari program unggulan daerah, yakni kartu Sumbawa Barat maju luar biasa," katanya.

Ia mengatakan kebijakan ini diambil sebagai solusi atas kondisi pengangguran di Sumbawa Barat yang cenderung fluktuatif.

Selama ini, serapan tenaga kerja lokal sangat bergantung pada orientasi proyek, di mana serapan tenaga kerja meningkat secara drastis saat ada proyek besar dan kembali menjadi angka pengangguran terbuka setelah proyek selesai.

Selain itu, ditemukan juga ketidaksesuaian antara kualifikasi angkatan kerja dengan kebutuhan lapangan kerja yang ada.

"Melalui program unggulan daerah ini, pemerintah berupaya menyiapkan angkatan kerja yang sesuai dengan kesempatan dan kebutuhan lapangan kerja," katanya.

Ia mengatakan melalui program ini, pemerintah berkomitmen menggandeng lembaga pelatihan yang mampu menjamin peluang kerja bagi lulusannya sebagai prioritas utama.

Bupati, menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme pendaftar. Untuk gelombang pertama ini, disampaikan sebanyak 16 peserta yang akan diterima, sesuai dengan kapasitas dari United Tractors School.

Sehingga direncanakan, minimal tiga gelombang pelatihan serupa akan dibuka sepanjang tahun 2026.

Baca juga: BMKG: El Nino memperparah krisis air tahunan di NTB

Selain itu, kabar baiknya pemerintah daerah juga memberikan peluang tenaga kerja skill ke jepang, saat ini telah tersedia 50 slot tenaga kerja skill yang sedang dalam proses penandatanganan MoU.

Dengan ini, pemerintah menyediakan fasilitasi pembiayaan bagi tenaga kerja yang telah memiliki kepastian penempatan yang jelas. Fasilitasnya berupa pinjaman bank dengan bunga yang sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah daerah.

Baca juga: Bupati Sumbawa Barat menekankan perencanaan ASN berbasis kebutuhan riil

Bupati menegaskan bahwa orientasi utama dari setiap pelatihan yang digelar pemerintah adalah penempatan kerja.

"Jangan ada pelatihan yang tidak memiliki orientasi penempatan, kecuali untuk pelatihan mandiri," tegasnya.

Tes Potensi Akademik (TPA) yang dilaksanakan di Gedung Sekretariat Daerah Lantai III, jumlah peserta batch 1 sebanyak 659 orang.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026