Sumbawa Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) siap mewujudkan wilayah Kecamatan Poto Tano menjadi lumbung hortikultura dengan mengembangkan tanaman melon hidroponik.
"Wilayah Kecamatan Poto Tano tak lagi sekadar gerbang penyeberangan, ke depan bisa menjadi pusat hortikultura baru," kata Bupati Sumbawa Barat H Amar Nurmansyah saat panen perdana melon hidroponik sistem machida di Pusat Edukasi Agrowisata Pertanian Terintegrasi di Sumbawa Barat, Sabtu.
Dalam pengembangan tanaman melon tersebut ada empat varietas unggulan Apollo F1, Suny F1, Sweet Hamy dan Lavender berhasil dipanen dari demplot tersebut.
"Langkah ini menjadi awal dari target besar menjadikan Poto Tano sebagai lumbung hortikultura daerah, sejalan dengan program kartu Sumbawa Barat maju luar biasa pada sektor pertanian, peternakan dan perikanan," katanya.
Bupati mengingatkan pengembangan tidak boleh berhenti di produksi, karena pasar sudah terbuka, tetapi belum sepenuhnya diisi komoditas lokal.
Baca juga: Melon NTB sulit masuk pasar Jepang
"Saya meminta jajaran terkait segera memetakan kelompok tani agar usaha yang dikembangkan benar-benar sesuai kebutuhan pasar dan berorientasi bisnis," katanya.
Ia mengatakan selain itu, perhatian juga diarahkan pada pengemasan produk dan perubahan pola bertani. Dari yang semula tradisional, didorong menjadi lebih modern dan bernilai ekonomi tinggi.
"Pemerintah daerah memastikan dukungan alat pertanian akan dikelola bersama agar bisa dimanfaatkan seluruh petani tanpa memicu kecemburuan," katanya.
Baca juga: Berkah melon emas di kawasan Lombok Barat
Ia mengatakan ke depannya pengembangan ini tidak hanya soal hasil panen, tetapi juga membuka peluang agrowisata berbasis hortikultura. Sebuah model yang menggabungkan produksi, edukasi, dan wisata dalam satu ekosistem.
"Pemerintah daerah akan terus mendukung selama ada keseriusan dari para petani," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026