Sumbawa Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan distribusi energi bersubsidi tersebut dipastikan tepat sasaran, karena gas elpiji 3 kilogram bersubsidi itu untuk warga miskin.

"Gas elpiji subsidi 3 kilogram pada prinsipnya diperuntukkan khusus bagi masyarakat miskin," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Sumbawa Barat Suryaman di Sumbawa Barat, Jumat.

Pemerintah daerah menekankan bahwa penggunaan oleh kelompok masyarakat mampu, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN), tidak dibenarkan, karena bertentangan dengan tujuan utama subsidi.

"Pemerintah daerah juga telah mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh pangkalan agar tidak melayani pembelian gas elpiji 3 kilogram oleh ASN dan keluarga yang tergolong mampu," katanya.

Oleh karena itu, apabila terdapat ASN yang tidak dilayani saat membeli gas subsidi, diharapkan dapat memahami bahwa hal tersebut merupakan bentuk penegakan aturan, bukan bentuk diskriminasi.

Lebih lanjut, disampaikannya bahwa kuota gas elpiji 3 kilogram untuk Kabupaten Sumbawa Barat mengalami penurunan, dari sebelumnya 3.311 metrik ton menjadi 3.112 metrik ton.

 

"Dengan berkurangnya kuota tersebut, distribusi harus semakin selektif dan tepat sasaran, dengan prioritas utama tetap diberikan kepada masyarakat miskin sebagai penerima manfaat subsidi," katanya.

Pemerintah juga mengajak seluruh masyarakat untuk memiliki kesadaran dan kebesaran hati. Bagi yang merasa mampu, diimbau untuk tidak menggunakan gas elpiji 3 kilogram agar subsidi dapat benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.

Dalam upaya pengawasan distribusi, pemerintah daerah telah mengumpulkan seluruh pangkalan untuk memastikan bahwa kelebihan kuota di suatu wilayah tetap disalurkan kepada masyarakat miskin di wilayah lain.

Baca juga: NTB siapkan operasi pasar redam kelangkaan elpiji bersubsidi

"Prinsip utama yang dijaga adalah bahwa subsidi harus tepat sasaran," katanya.

Sebagai alternatif, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat juga telah mendorong penyediaan gas elpiji non-subsidi ukuran 5 kilogram. Langkah ini diambil untuk menjembatani kesenjangan harga antara elpiji 3 kilogram dan 12 kilogram yang dinilai cukup tinggi.

Baca juga: Aksi beli panik picu kelangkaan elpiji tiga kilogram di NTB

"Dalam dua minggu terakhir, distribusi gas elpiji 5 kilogram mulai diintensifkan di wilayah Sumbawa Barat agar masyarakat memiliki pilihan yang lebih terjangkau," katanya.

Pemerintah berharap dengan langkah-langkah ini, distribusi energi dapat lebih adil, tepat sasaran, dan mampu mendukung kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026