Lombok Tengah (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan demo masak bagi orang tua asuh dalam rangka mendukung penurunan stunting pada 2026 di daerah setempat.

Ketua TP-PKK Kabupaten Lombok Tengah Baiq Nurul Aini Pathul Bahri di Lombok Tengah, Selasa, mengatakan kegiatan ini dari anggaran PKK yang tetap berlanjut dilaksanakan hingga Mei 2026, sekaligus untuk mengevaluasi perkembangan dari program penurunan stunting.

"Program ini tetap rutin dilaksanakan dalam mempercepat penurunan stunting di Lombok Tengah," katanya.

Ia berharap, kegiatan ini memperkuat kesadaran orang tua kepada anak-anaknya tentang pola makan supaya tumbuh kembang sesuai dengan umurnya, karena stunting bukan karena kemiskinan dan tidak ada yang dimakan, tetapi juga pola makan, pola asuh, dan dampak pernikahan dini.

"Pola asuh itu sangat penting dalam mencegah terjadinya kasus stunting di Lombok Tengah," katanya.

Baca juga: TPK di Lombok Tengah dilibatkan percepat penurunan stunting

Sebelumnya, 40 desa di Kabupaten Lombok Tengah menjadi lokus penanganan atau penurunan stunting pada 2025.

"40 desa yang menjadi lokus stunting itu tersebar di 12 kecamatan di Lombok Tengah," kata Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Lombok Tengah Kusriadi.

Ia mengatakan pada 2024 jumlah desa yang menjadi lokus stunting 17 desa, pada 2025 meningkat 40 desa dan pada 2026 juga pasti ada perubahan jumlah desa yang menjadi lokus penanganan stunting.

Penentuan lokus stunting dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah keluarga berisiko stunting, jumlah kasus stunting, serta prevalensi stunting.

"Langkah ini untuk mempercepat penurunan stunting di Lombok Tengah," katanya.

Baca juga: Sebanyak 40 desa di Lombok Tengah jadi lokus stunting

Ia mengatakan penurunan stunting bukan hanya tugas pemerintah kabupaten, melainkan semua pihak diharapkan tetap intens melaksanakan berbagai program dalam mempercepat penurunan stunting 14 persen sesuai dengan target pemerintah pusat.

"Semoga kolaborasi ini dapat mempercepat penurunan stunting di Lombok Tengah," katanya.

Ia mengatakan jumlah angka stunting di Lombok Tengah mengalami penurunan dari 10,98 persen menjadi 9,28 persen pada 2025.

Program yang dilaksanakan telah menunjukkan hasil signifikan, namun penurunan stunting hingga nol harus tetap dilaksanakan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

"Hasil ini merupakan kolaborasi semua pihak, termasuk pemerintah desa dan masyarakat," katanya.

Oleh karena itu, diharapkan semua pihak bisa memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya pernikahan anak.

"Pencegahan pernikahan anak dan penambahan gizi tetap menjadi prioritas dalam penurunan stunting," katanya

Baca juga: Lombok Tengah luncurkan program ayam petelur turunkan stunting
Baca juga: Program Genting turunkan stunting di Lombok Tengah
Baca juga: Lombok Tengah perkuat komitmen dalam penurunan stunting