Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi pertanyaan mengenai operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, melibatkan Bupati Pati Sudewo atau tidak.

“Ya, nanti kami akan update (beri tahu, red.) perkembangannya,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin.

Budi menjelaskan dalam pernyataan berikutnya, KPK akan menyampaikan siapa saja yang ditangkap maupun diperiksa secara intensif di Jakarta.

“Nanti kami akan sampaikan,” katanya memastikan.

Baca juga: KPK lakukan OTT ketiga 2026 di Pati

Sementara itu, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang ditangkap dari OTT di Pati sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Sebelumnya, KPK mulai melakukan OTT pertama di 2026 dengan menangkap delapan orang selama 9-10 Januari 2026.

Pada 11 Januari 2026, KPK mengungkapkan OTT tersebut mengenai dugaan suap terkait pemeriksaan pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2021-2026.

Untuk OTT kedua di 2026, KPK pada 19 Januari 2026 mengonfirmasi melakukan tangkap tangan terhadap Wali Kota Madiun Maidi bersama 14 orang lainnya.

OTT tersebut terkait dugaan korupsi mengenai proyek dan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) di Kota Madiun, Jawa Timur.

Pada tanggal yang sama, KPK mengonfirmasi melakukan OTT ketiga 2026 di Pati, Jawa Tengah.

Baca juga: KPK tangkap Wali Kota Madiun dalam OTT, Dibawa ke Jakarta
Baca juga: KPK tangkap 15 orang, Wali Kota Madiun dibawa ke Jakarta