Lombok Timur (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan sebanyak tujuh desa di wilayah Kabupaten Lombok Timur masuk dalam Program Desa Berdaya 2026 yang dicanangkan gubernur guna mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB Lalu Wiranata di Lombok Timur, Rabu, mengatakan saat ini terdapat sekitar 40 desa di provinsi itu yang masuk dalam Program Desa Berdaya, dengan tujuh desa berada di wilayah Lombok Timur.

"Program ini difokuskan pada desa-desa yang tergolong miskin ekstrem dan membutuhkan intervensi melalui bantuan stimulan serta penguatan ekonomi lokal," katanya.

Pemprov NTB telah meluncurkan Gerakan Desa Berdaya sebagai upaya mengurangi angka kemiskinan ekstrem yang menjerat 106 desa selama empat tahun ke depan.

Tahap awal implementasi Desa Berdaya menjangkau lebih dari 7.250 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 19.000 jiwa yang bermukim di 40 desa miskin ekstrem di 10 kabupaten/kota pada 2026.

Selanjutnya gerakan tersebut menyasar 40 desa miskin ekstrem pada 2027, sedangkan sisa 26 desa miskin ekstrem lainnya ditangani pada 2028.

Baca juga: Kejari Lombok Tengah mencatat lonjakan perkara pidana umum awal 2026

Desa Berdaya menyasar langsung penghapusan kemiskinan ekstrem, penguatan ekonomi rumah tangga, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat berbasis potensi lokal.

"Banyak potensi di Lombok Timur yang harus dioptimalkan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat," kata Lalu Wiranata.

Sementara itu Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin mengatakan terkait Program Desa Berdaya, pemerintah provinsi harus melakukan identifikasi kebutuhan spesifik di tujuh desa yang masuk kategori tersebut, yaitu Desa Tetebatu, Sakra, Pijot, Pringgabaya Utara, Sembalun Bumbung, Pesanggrahan, dan Lendang Nangka Utara.

Baca juga: Investor Spanyol bangun area penyangga Mandalika

"Dalam penyaluran bantuan sembako dapat dilakukan melalui kartu khusus agar lebih tepat sasaran dan mudah didistribusikan," katanya.

Ia mengatakan berbagai program yang disampaikan sejalan dengan konsentrasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur saat ini, terutama di bidang pertanian. "Salah satu komoditas unggulan yang menjadi perhatian adalah porang," katanya .

Ia menambahkan produksi porang di Lombok Timur dapat mencapai 50 hingga 60 ton per hari dari umbi hingga menjadi tepung, dengan pengawasan terus dilakukan oleh pemerintah daerah.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026