Mataram (ANTARA) - Bank NTB Syariah berkomitmen memperluas ekosistem layanan perbankan digital dengan membuka fasilitas Pojok NTBS di tiga pasar tradisional strategis di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat sebagai tindak lanjut atas keberhasilan implementasi digitalisasi transaksi di Pasar Dasan Agung.

Direktur Utama Bank NTB Syariah Nazaruddin menyatakan bahwa perluasan layanan ini bertujuan mendekatkan akses perbankan syariah kepada pedagang pasar sekaligus memastikan proses transisi dari transaksi tunai ke non-tunai berjalan berkelanjutan.

"Keberhasilan digitalisasi di Pasar Dasan Agung menjadi pijakan kami untuk memperluas model yang sama di pasar lain. Saat ini tercatat sudah ada 129 merchant aktif menggunakan QRIS, dan respons pedagang sangat positif," katanya.

Ia menjelaskan bahwa pemilihan tiga pasar tradisional tersebut didasarkan pada potensi ekonomi lokal serta tingginya minat pedagang dalam memanfaatkan sistem pembayaran digital, khususnya QRIS, sebagai sarana transaksi harian.

Menurut Nazaruddin, Pojok NTBS tidak hanya berfungsi sebagai titik layanan perbankan, tetapi juga menjadi pusat literasi keuangan digital bagi pedagang. 

Melalui fasilitas ini, Bank NTB Syariah memberikan pendampingan langsung agar pedagang dapat mengoperasikan layanan perbankan digital secara mandiri dan aman.

"Pojok NTBS kami siapkan sebagai ruang konsultasi real time, terutama bagi pedagang yang mengalami kendala teknis saat bertransaksi non-tunai. Ini bagian dari upaya membangun kepercayaan dan kenyamanan pedagang," ujarnya.

Baca juga: Bank Muamalat klaim kontribusi Rp1 Triliun untuk BPKH

Selain layanan pengaduan cepat terkait transaksi QRIS, Pojok NTBS juga menyediakan pendampingan merchant dalam penggunaan aplikasi perbankan digital, serta sosialisasi produk pembiayaan syariah yang menyasar sektor produktif.

Nazaruddin menambahkan bahwa saat ini Bank NTB Syariah mengarahkan fokus pembiayaannya pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penggerak utama ekonomi daerah, sejalan dengan semangat penguatan ekonomi kerakyatan.

"Hingga Desember 2025, transaksi QRIS di pasar-pasar tradisional NTB menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten, baik dari sisi frekuensi maupun nilai transaksi. Saldo rekening pedagang juga terus meningkat setiap bulan," ucapnya.

Baca juga: Bank NTB Syariah perkuat program Sumbawa Hijau lewat bantuan kebun bibit

Ia optimistis kehadiran Pojok NTBS di lebih banyak pasar tradisional akan mempercepat peningkatan inklusi keuangan syariah di Kota Mataram. Bank NTB Syariah menargetkan perluasan ini mampu memberikan dampak signifikan terhadap transformasi ekonomi pasar rakyat hingga akhir 2026.

“Sinergi antara perbankan, pedagang, dan pemerintah daerah menjadi kunci agar digitalisasi pasar benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat," kata Nazaruddin.