Mataram (ANTARA) - Dinas Sosial Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, layanan dapur umum untuk warga terdampak gelombang pasang dan banjir rob di Lingkungan Kampung Bugis, Kelurahan Bintaro, Ampenan, akan dihentikan Rabu (28/1-2026).
Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Lalu Samsul Adnan di Mataram, Selasa, mengatakan, layanan dapur umum dihentikan karena kondisi warga terdampak sudah mulai normal.
"Besok (Rabu 28/1-2026), setelah pemberian makan siang, dapur umum langsung kami tutup," katanya.
Ia mengatakan, hingga saat ini belum ada arahan untuk perpanjangan dapur umum karena beberapa pertimbangan antara lain, kondisi cuaca sudah mulai landai dan aktivitas masyarakat sudah kembali normal.
Baca juga: Banjir rob terjang Ampenan, Pemprov NTB dan Pemkot Mataram siapkan relokasi warga
Samsul mengatakan, meskipun dapur umum ditutup namun posko bencana tetap disiagakan. Baik itu posko induk di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), di halaman pendopo wali kota maupun di masing-masing kelurahan.
"Ketika warga membutuhkan bantuan, kami siap bantu sesuai usulan dari kelurahan agar tepat sasaran," katanya.
Sebelumnya, untuk membantu warga yang terdampak bencana di Kecamatan Ampenan, Dinsos sudah mendistribusikan bantuan ke 191 kepala keluarga (KK) ke tiga kelurahan.
Tiga kelurahan yang terdampak banjir dan angin kencang tersebut meliputi, di Lingkungan Selaparang, Kelurahan Banjar sebanyak 12 KK, Kelurahan Pejeruk 10 KK, dan di Lingkungan Kebon Talo, Kelurahan Ampenan Utara sebanyak 169 KK.
Baca juga: Wali Kota Mataram pimpin gotong royong pasca-gelombang pasang di Bintaro
Paket sembako yang diberikan antara lain berupa, air mineral, beras, mi instan, susu, selain itu ada juga tikar, dan selimut.
"Bantuan tersebut diberikan hanya sekali. Tapi jika kondisi mereka masih membutuhkan, pihak kelurahan bisa mengusulkan kembali," katanya.
Sementara dari Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram, pada Jumat (23/1-2026) juga sudah mendistribusikan bantuan beras cadangan pangan.
Kepala DKP Kota Mataram Sudirman mengatakan, beras yang didistribusikan ke korban bencana di Kecamatan Ampenan sebanyak 3 ton untuk 300 KK yang terdampak.
"Beras itu dikemas per 10 kilogram, untuk memudahkan pembagian ke korban oleh pihak kelurahan agar tepat sasaran," katanya.
Baca juga: Dapur umum disiapkan untuk nelayan terdampak gelombang pasang di Mataram
Baca juga: Sebanyak 18 rumah nelayan di Mataram rusak akibat gelombang pasang