Mataram (ANTARA) - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali memperluas jaringan internasional bidang sejarah dan kebudayaan dengan menjajaki kolaborasi bersama Museum of Sydney yang terletak di Kota Sydney, Australia.

"Ada penawaran dengan Museum of Sydney. Saya selaku Kepala Museum NTB diundang untuk hadir memberikan pemaparan," kata Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam dalam pernyataan di Mataram, Senin.

Nuralam mengatakan agenda kunjungan ke Museum of Sydney tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 mendatang. Menurutnya, undangan itu menjadi peluang strategis bagi Museum NTB untuk menampilkan berbagai keunggulan dalam bidang pengelolaan artefak berupa keris dan wastra tradisional.

Fokus kerja sama yang dijalin antara Museum NTB dengan Museum Sydney berupa pertukaran pengetahuan tentang cara merawat koleksi artefak, pelestarian warisan budaya, hingga penguatan manajemen museum modern.

Baca juga: NTB ngebut bangun museum desa, Targetkan tiap kampung jadi museum hidup

"Kami berdiskusi tentang perawatan koleksi karena di Australia banyak kolektor keris. Salah satu keahlian kami terkait bagaimana koleksi-koleksi yang berasal dari NTB bisa terjaga dengan baik," ucap Nuralam.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya pada 2025, Museum NTB telah menjalin kerja sama dengan tiga museum ternama di Australia, yakni Museum and Art Gallery of the Northern Territory, Art Gallery of South Australia (AGSA), dan Australian Museum.

Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Samalas: Sejarah Dunia yang dibiarkan terlantar

Kerja sama dengan Museum of Sydney lantas menambah daftar hubungan baik Museum NTB dengan museum-museum di Benua Australia tersebut. Lebih lanjut Nuralam menyampaikan bahwa pihaknya juga akan membagikan praktik perawatan kain tenun dan tradisi tekstil khas perajin NTB kepada pihak Museum of Sydney.

"Selain itu, kami juga belajar tentang manajemen museum modern," pungkasnya.

Nuralam berharap kerja sama dengan Museum of Sydney bisa menjadi ajang diplomasi budaya yang memperkuat posisi Museum NTB di kancah internasional dalam kerangka hubungan diplomatik Indonesia-Australia.