Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, meminta Tim Satgas Bencana Mataram tetap kompak dan rukun menjaga daerah itu dari berbagai bencana.
"Kami mengapresiasi kinerja seluruh Tim Satgas Bencana Kota Mataram yang telah berjibaku dalam menangani berbagai bencana yang melanda Kota Mataram seperti banjir, angin kencang disertai hujan, serta rob di pesisir Pantai Ampenan," kata Wali Kota Mataram Mohan Roliskana di Mataram, Jumat.
Dia mengatakan hal tersebut di sela kegiatan silaturahim satgas bencana di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di halaman Kantor Wali Kota Mataram.
Ia menyampaikan apresiasi kepada semua personel satgas bencana yang telah bekerja keras selama ini untuk membantu Pemerintah Kota Mataram memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sehingga mereka merasa dilayani dengan baik.
Ia mengatakan satgas bencana telah menunjukkan dedikasi dan loyalitas di lapangan dengan kompak serta penuh tanggung jawab.
"Kami hanya bisa mengontrol sehingga sesungguhnya yang benar-benar di lapangan dan langsung bertempur di lapangan adalah para satgas. Oleh karena itu, terima kasih atas kerja keras semua," katanya.
Baca juga: Sebanyak 49,5 hektare lahan pertanian di Mataram terdampak banjir
Kegiatan silaturahim tersebut dihadiri ratusan personel satgas bencana berasal dari berbagai OPD se-Kota Mataram, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Sosial, serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Selain itu, Sekretaris Daerah Kota Mataram, Ketua TP PKK Kota Mataram, staf ahli, para asisten sekda, serta pimpinan OPD lainnya. Kegiatan diawali dengan senam bersama dan ditutup dengan pembagian undian berhadiah.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Akmad Muzaki mengatakan pemkot tetap siaga menghadapi dampak cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga akhir Maret 2026.
Baca juga: Logistik siap, Bantuan korban bencana Mataram tunggu SK BPBD
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak curah hujan dan potensi angin kencang diperkirakan masih akan terjadi hingga akhir Maret mendatang.
"Saat ini wilayah Kota Mataram masuk masa peralihan musim yang ditandai dengan cuaca yang tidak menentu. Karena itu, masyarakat harus terus waspada," katanya.
Untuk memantau kondisi sejumlah lokasi rawan bencana, pihaknya menekankan seluruh personel dan satgas bencana untuk tetap dalam posisi siaga darurat.
Baca juga: Bencana hidrometeorologi, Pemkot Mataram jemput bola urus adminduk warga
Mereka harus tetap memantau situasi di lapangan, terutama kawasan pantai yang rawan gelombang pasang, abrasi, rob, serta daerah aliran sungai.
Posko utama bencana masih tetap berada di Kantor BPBD Kota Mataram di Jalan Lingkar Selatan, sedangkan lainnya posko di 50 kelurahan se-Kota Mataram dan Pendopo Wali Kota Mataram juga tetap disiagakan.
"Untuk posko di pinggir pantai sudah kami bongkar dan difokuskan ke kantor lurah setempat untuk koordinasi lebih efektif," katanya.
Baca juga: Akademisi: Ubah paradigma pembangunan agar Mataram tahan banjir