Mataram (ANTARA) - Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sekitar 49,5 hektare lahan pertanian di kota tersebut terdampak banjir akibat cuaca ekstrem yang melanda daerah itu pada Kamis (22/1).

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram Lalu Johari di Mataram, Rabu, mengatakan sebanyak 49,5 hektare lahan pertanian terdampak banjir itu berada di Kecamatan Sekarbala.

"Semua lahan pertanian yang terendam banjir, terjadi di wilayah Kecamatan Sekarbela, karena berada di kawasan hilir," katanya.

Johari merinci sebanyak 49,5 hektare lahan pertanian terdampak banjir paling banyak terjadi di Kelompok Tani (Poktan) Karang Pule Kelurahan Jempong dengan luas lahan 30 hektare dengan usia tanam satu minggu.

Baca juga: Logistik siap, Bantuan korban bencana Mataram tunggu SK BPBD

Kemudian, di Poktan Karang Pule I dengan luas lahan baku sawah (LBS) 12,72 hektare terdampak 2 hektare, sedangkan Poktan Karang Pule II dengan luas lahan 34,54 hektare terdampak seluas 15 hektare.

"Banjir ke areal lahan petani itu dipicu karena kerusakan atau tanggul air jebol akibat tingginya debit air," katanya.

Selain itu, Poktan Pade Ate juga terdampak banjir seluas 2 hektare dari LBS seluas 16,23 hektare, dan Kelompok Tani Suka Maju, Sinar Terang, dan Kembang Sari terdampak 0,5 hektare dengan umur padi 80 hari setelah tenam (Hst) dari luas lahan 19,85 hektare.

Baca juga: Bencana hidrometeorologi, Pemkot Mataram jemput bola urus adminduk warga

Menurut Johari, upaya yang dilakukan untuk membantu petani, antara lain akan dilakukan penanaman kembali apabila dalam waktu satu minggu tanaman masih terendam, karena curah hujan yang tinggi.

Dilakukan penyedotan air yang menggenang di lahan persawahan dengan mesin pompa air. Selain itu, untuk tanaman yang memasuki tahap panen akan dilakukan panen langsung agar bulir padi tidak rusak atau membusuk.

Untuk Poktan Kembang Sari dan Poktan Suka Maju tetap bisa panen, tetapi hasil produksi turun, karena banyak yang rebah dan terendam banjir.

"Sedangkan Poktan Karang Pule I, Poktan Karang Pule II, Poktan Pade Ate, dan Poktan Geguntur masih menunggu air surut untuk bisa mengambil tindakan selanjutnya," katanya.

Baca juga: Antisipasi banjir susulan, Kayu tumbang di Sungai Jangkuk Mataram diangkat
Baca juga: Lumpur pascabanjir menumpuk, Damkar Mataram turun bersihkan jalan
Baca juga: Banjir rob terjang Ampenan, Pemprov NTB dan Pemkot Mataram siapkan relokasi warga