Lombok Timur (ANTARA) - Tim Opsnal Polres Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) menangkap empat orang terduga pelaku tindak pidana perusakan bangunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Madrasah Unwanul Falah di Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga.
Keempat terduga pelaku yang diamankan Polres Lombok Timur tersebut di antaranya AS (25), HM (34), SM (22), dan AM (20).
"Mereka ditangkap setelah melakukan perusakan bangunan MBG di Madrasah Unwanul Falah," kata Kasi Humas Polres Lombok Timur Ipda Bram di Lombok Timur, Kamis.
Ia mengatakan modus operandi para pelaku adalah merobohkan gerbang dan membuangnya ke sungai dan merusak atap serta pintu bangunan.
Dampak perbuatan pelaku, korban atas nama Muh Tohir mengalami kerugian sebesar Rp30 juta dan melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Lombok Timur.
Baca juga: Viral! Warga Suralaga Lombok Timur rusak dapur MBG Ponpes Unwanul Palah
Tim Opsnal Polres Lombok Timur melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan para pelaku di rumah mereka tanpa perlawanan.
"Saat ini, para pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polres untuk proses hukum lebih lanjut," katanya.
Sebelumnya, pada Selasa (17/2) malam, sekelompok warga di Desa Paok Lombok Kecamatan Suralaga Lombok Timur melakukan aksi perusakan dapur Makan Bergizi Gratis yang berdiri di komplek yayasan Pondok Pesantren Unwanul Palah Paok Lombok. Warga melakukan perusakan dengan menggunakan linggis dan benda keras lainnya di dapur MBG tersebut sambil mengeluarkan kata-kata yang kurang pantas.
Baca juga: Distribusi MBG dikeluhkan, Pemkab Lombok Timur tekankan respons cepat SPPG
Sementara itu, aksi perusakan itu dilakukan karena buntut tidak terima dibangun dapur MBG di lingkungan ponpes yang merupakan tanah wakaf.
Sedangkan persoalan ini sudah dilakukan mediasi dan pertemuan beberapa kali antara pihak ponpes dengan masyarakat.
Kemudian atas adanya aksi perusakan itu, pihak pengurus ponpes melaporkan kasus itu ke Polres Lombok Timur, karena dianggap sudah mengganggu stabilitas. "Saya melaporkan ini karena sudah merusak dan tidak dibenarkan, sehingga pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti," kata korban.
.Baca juga: Diduga menu MBG basi, Pemkab Lombok Timur turunkan tim klarifikasi
Baca juga: Kasus keracunan jadi sorotan, Satgas MBG Lombok Timur evaluasi program
Baca juga: PMII Lombok Timur gelar aksi soroti dugaan keracunan MBG di Pringgabaya