Mataram (ANTARA) - BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) memperkuat komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui ekspansi jaringan dan penguatan layanan pembiayaan di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Direktur Manajemen Risiko BRI Finance, Ari Prayuwana mengatakan, saat ini pihaknya sedang melalukan strategi ekspansi untuk memperluas penetrasi pasar di wilayah NTB dengan potensi ekonomi yang kuat.
“Kami melihat Mataram sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Indonesia Timur yang didukung oleh sektor perdagangan, pariwisata, dan UMKM yang solid. Kami hadir untuk menyediakan solusi pembiayaan yang relevan, kompetitif, dan terjangkau guna meningkatkan produktivitas masyarakat serta mendorong akselerasi ekonomi daerah secara berkelanjutan," ujar Ari pada peresmian Kantor Cabang (KC) BRI Finance di Mataram, Kamis sore.
Langkah strategis ini, kata dia, sejalan dengan prospek ekonomi Kota Mataram yang menunjukkan tren positif.
Baca juga: BRI terbitkan SBK Rp500 miliar sebagai alternatif pendanaan jangka pendek
Pada tahun 2024, Kota Mataram mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,12 persen dan menargetkan pertumbuhan hingga 8 persen pada tahun 2030, dengan fokus pada transformasi ekonomi hijau serta penurunan ketimpangan.
Mataram juga dinobatkan sebagai kota paling maju kedua di luar Pulau Jawa pada 2024 dengan indeks daya saing sebesar 4,29 poin.
"Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran, serta UMKM khususnya subsektor kuliner dan pariwisata," ucapnya.
Menurutnya, secara struktural, karakter sosial-budaya masyarakat Kota Mataram yang merupakan perpaduan suku Sasak, Bali, serta pengaruh Tionghoa dan Arab, turut membentuk ekosistem ekonomi yang unik dan resilien.
Baca juga: Prabowo asks BRI to support local industrial technology innovation
Keberagaman tersebut melahirkan berbagai peluang usaha berbasis pariwisata, kuliner, dan kriya yang menjadi penggerak utama ekonomi lokal. Kekayaan budaya seperti tenun ikat/songket dan mutiara Lombok juga mendorong berkembangnya sektor kriya bernilai tambah tinggi, sekaligus memperkuat posisi ekonomi kreatif daerah.
"Sebagai perusahaan pembiayaan yang berizin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BRI Finance menempatkan aspek kepatuhan dan perlindungan konsumen sebagai fondasi utama dalam menjalankan kegiatan usaha," tegas Ari.
Ia berharap kehadiran BRI Finance di Mataram dapat memperluas inklusi keuangan melalui penyediaan akses pembiayaan formal yang lebih mudah dijangkau, transparan, dan bertanggung jawab.