Lombok Tengah (ANTARA) - Kodim 1620 Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan target penyerapan gabah petani oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) diproyeksikan mencapai 20 ribu ton pada musim pertama 2026.

"Kami mulai melakukan pengawalan secara masif terhadap seluruh proses penyerapan gabah petani dari hulu hingga ke hilir oleh Bulog agar serapan ini berjalan maksimal khususnya di Wilayah Kabupaten Lombok Tengah," kata Komandan Kodim 1620 Lombok Tengah Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti di Lombok Tengah, Sabtu.

Ia mengatakan langkah ini diambil untuk memastikan target serapan gabah sebesar 20 ribu ton di wilayah Kabupaten Lombok Tengah dapat tercapai tepat waktu guna memperkuat ketahanan pangan nasional maupun wilayah. 

"Keterlibatan TNI dalam mendampingi satker Bulog merupakan bagian dari nota kesepahaman (MoU) untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memastikan ketersediaan stok pangan daerah," katanya.

Baca juga: Babinsa kawal penyerapan gabah petani oleh Bulog di Lombok Tengah

Pihaknya telah menginstruksikan seluruh Babinsa di tiap desa untuk turun langsung ke sawah dan penggilingan. 

"Tujuannya adalah memastikan gabah hasil panen petani terserap secara maksimal oleh Bulog dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram," katanya.

Selain melakukan pengawasan harga, Babinsa juga berperan dalam memberikan edukasi kepada para petani mengenai standarisasi kualitas padi yang layak masuk ke gudang Bulog, seperti kadar air dan tingkat kebersihan gabah. 

"Hal ini dilakukan agar tidak ada penolakan saat proses pengiriman hasil panen," katanya.

Baca juga: Produksi gabah di Lombok Tengah 2025 capai 509 ribu ton

Ia mengatakan hingga pertengahan Maret ini, progres penyerapan menunjukkan tren positif. Kolaborasi antara TNI, Dinas Pertanian, dan Bulog diharapkan mampu memutus rantai tengkulak yang kerap memainkan harga saat musim panen raya tiba.

"Target 20 ribu ton ini diproyeksikan dapat terpenuhi selama musim tanam tahun 2026 dan sebelum memasuki musim kemarau," katanya.

Dengan pengawalan ketat dari jajaran Kodim 1620 Lombok Tengah, diharapkan distribusi pangan di wilayah Nusa Tenggara Barat tetap stabil dan kesejahteraan petani meningkat melalui kepastian harga beli.

"Kami berharap kesejahteraan petani bisa meningkat," katanya.

Baca juga: TNI kawal pembelian gabah petani di wilayah Lombok Tengah