Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengimbau seluruh lapisan masyarakat tetap tenang  menyikapi isu krisis energi global yang tengah melanda berbagai negara, termasuk di kawasan Asia.

"Masyarakat kami harapkan tidak menunjukkan kekhawatiran yang berlebihan dalam menyikapi isu tersebut," kata Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di Mataram, Senin.

Di sisi lain, wali kota menekankan pentingnya masyarakat tetap mematuhi imbauan pemerintah guna menjaga stabilitas daerah. 

Baca juga: Krisis BBM di Inggris, Harga melonjak imbas konflik Timur Tengah

Seperti dengan melakukan efisiensi dan pembatasan mobilitas. Masyarakat diharapkan untuk lebih efisien dalam penggunaan energi serta membatasi mobilitas jika tidak ada keperluan yang mendesak.

Meskipun, katanya, sejauh ini kondisi di Mataram masih relatif stabil karena stok bahan bakar minyak (BBM) tersedia cukup dan harga belum menunjukkan fluktuasi yang drastis.

Karena itu, wali kota mengingatkan para pedagang dan pengecer agar tidak melakukan aksi spekulatif atau penimbunan yang dapat mengganggu pasokan dan merugikan masyarakat luas.

"Menghadapi fase kritis ini, kami mengajak masyarakat mengedepankan semangat persatuan, menghindari ego pribadi, dan tetap mendukung kerja-kerja pemerintah," katanya.

Baca juga: Pedal kekuasaan di tengah krisis energi

Sementara menyinggung tentang langkah konkret pemerintah kota, Wali Kota Mataram sempat menyebutkan adanya wacana penggunaan sepeda bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun anak-anak ke sekolah sebagai langkah antisipasi.

Akan tetapi, kebijakan itu ditegaskan wali kota masih dalam tahap pemantauan situasi dan belum diinstruksikan secara resmi.

"Kami harus bersama-sama membantu kerja pemerintah agar bisa melewati fase krisis global ini dengan selamat. Jangan ada kepanikan berlebihan, tapi antisipasi itu harus," katanya lagi.

Wali kota menambahkan, Pemerintah Kota Mataram berkomitmen untuk terus bekerja keras mengamankan pasokan energi agar tidak berdampak buruk pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Mengayuh di tengah krisis: Uji nyali kebijakan sepeda birokrasi Mataram

Baca juga: Korsel meminta dukungan Oman pasok energi di tengah krisis Timteng

Baca juga: Iran ancam serang infrastruktur energi di Timur Tengah