Mataram (ANTARA) - Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana menyebutkan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Mataram tahun 2025 tercatat sebesar 4,80 persen atau 11.000 jiwa, angka itu turun dibandingkan TPT tahun 2024 sebesar 4,85 persen atau 11.400 jiwa.

"Meski TPT itu berada sedikit di atas rata-rata provinsi dan nasional 4,74 persen, namun tren penurunan yang terjadi menunjukkan arah yang positif dan konsisten yang cukup signifikan," katanya di Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu. 

Hal tersebut disampaikan wali kota dalam pemaparan strategi penurunan pengangguran terbuka di hadapan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui zoom meeting penilaian presentasi kepala daerah dalam rangka apresiasi kinerja pemerintah daerah dimensi penurunan tingkat pengangguran di Kota Mataram.

Baca juga: Puluhan pengangguran di Mataram ikuti pelatihan kerja juru las pemula
 
Dikatakan, tantangan utama yang dihadapi dalam upaya penurunan TPT adalah ketidaksesuaian antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha.

Tingginya angka pengangguran pada lulusan SMK serta dominasi sektor jasa dan perdagangan menjadi faktor yang memerlukan penanganan terarah dan terintegrasi.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kota Mataram menetapkan isu pengangguran sebagai prioritas strategis dalam RPJMD 2025–2029, dengan fokus pada perluasan kesempatan kerja dan peningkatan kualitas tenaga kerja.

Sejumlah langkah konkret yang dilakukan antara lain revitalisasi sektor pariwisata dan perdagangan, penguatan UMKM melalui pelatihan, bantuan peralatan dan akses pasar, serta perluasan program magang dan sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja, khususnya lulusan SMK.

Baca juga: Urbanisasi pengaruhi tingkat pengangguran di Mataram

Selain itu, Pemerintah Kota Mataram juga memperkuat sistem bursa kerja melalui pemanfaatan platform nasional serta menjalin kolaborasi dengan dunia usaha guna meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.

"Pemanfaatan teknologi dan data turut menjadi bagian penting dalam strategi tersebut," katanya.

Dalam upaya percepatan penurunan TPT pada tahun 2025, Pemerintah Kota Mataram telah melaksanakan berbagai pelatihan kerja melalui 12 organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Mataram.

Baca juga: Perubahan angka pengangguran di Mataram tunggu data riil BPS

Dari pelatihan itu, tercatat sebanyak 2.956 peserta mengikuti pelatihan kerja yang dilaksanakan melalui 64 kegiatan oleh 12 OPD. Untuk mendukung program tersebut, pemerintah kota mengalokasikan anggaran sebesar Rp22,9 miliar dengan tingkat realisasi mencapai 93,02 persen.

Ke depan, Pemerintah Kota Mataram juga menargetkan peningkatan jumlah peserta pelatihan dan penempatan kerja secara bertahap hingga tahun 2027. 

"Dengan upaya itu, TPT tahun 2027 kami targetkan bisa turun menjadi 10.400 jiwa atau 4,40 persen," katanya.

Selain itu, kebijakan strategis seperti kemudahan perizinan bagi perusahaan padat karya, pemberian stimulus kewirausahaan, serta penyusunan Rencana Tenaga Kerja Daerah (RTKD) terus diperkuat.

Baca juga: Tingkat pengangguran di Mataram turun 4.870 orang

Tidak hanya itu, melalui Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2024 tentang Perlindungan Tenaga Kerja, pemerintah juga mendorong pemberi kerja untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal minimal 60 persen.

Wali kota mengatakan, keberhasilan penurunan pengangguran membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

"Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis dapat menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan," katanya.

Baca juga: Pemkot Mataram menyiapkan Rp5 miliar turunkan angka pengangguran



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026