Mataram (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, segera menata Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS) Lawata, menjadi taman aktif agar dapat dinikmati warga sekitar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Rabu, mengatakan TPS Lawata yang sempat menjadi perhatian karena tumpukan sampah sudah melebihi kapasitas pada Januari 2026, kini dipastikan dalam kondisi bersih.
"Sesuai dengan kesepakatan bersama masyarakat setempat, TPS Lawata direncanakan akan ditutup sepenuhnya pada akhir tahun 2026," katanya.
Karena itu, DLH sudah tidak mengizinkan kendaraan roda tiga membuang sampah di
TPS tersebut dan layanan untuk kendaraan sampah roda tiga dilakukan melalui TPS bergerak di setiap kelurahan.
Baca juga: Tarif sampah Mataram batal naik, Pemkot pertimbangkan kondisi ekonomi
Dengan demikian, petugas kendaraan roda tiga yang mengangkut sampah dari masing-masing lingkungan bisa membawa sampah ke TPS bergerak sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
Sebagai langkah keberlanjutan di TPS Lawata, DLH telah menyiapkan konsep mengubah lokasi tersebut menjadi taman aktif yang dapat dinikmati masyarakat sehingga bisa menjadi ruang bermain sekaligus interaksi warga sekitar.
"Untuk kebutuhan anggaran dan lainnya, masih kami hitung dan siapkan," katanya.
Baca juga: Takbiran bersih, DLH Mataram bagikan 1.250 kantong sampah
Denny mengatakan hasil evaluasi penerapan TPS bergerak sebagai solusi pasca-penutupan TPS konvensional Lawata, dinilai efektif dalam menangani sampah rumah tangga di kawasan tersebut.
Mekanismenya melibatkan unit kendaraan roda tiga yang mengumpulkan sampah dari warga, untuk kemudian langsung dipindahkan ke truk sampah (dump truck) yang telah siaga di lokasi pada jam-jam tertentu yang telah disepakati.
"Alhamdulillah efektif, kalau armada kendaraan ditambah lebih banyak lagi, kami rasa sistem TPS mobile akan sangat bagus ke depannya," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026