Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) mulai mengakselerasi pengembangan komoditas kurma dengan membangun laboratorium kultur jaringan untuk pembibitan kurma secara massal.

"Tahun ini, kami dan BRIN bersama dengan Asosiasi Kurma Dunia membangun laboratorium kultur jaringan di BRIDA NTB. Anggaran sudah tersedia," kata Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi di Mataram, Senin.

Aryadi mengatakan pembangunan laboratorium dilakukan setelah keberhasilan uji coba kultur jaringan terhadap kurma varietas Kumari yang dikembangkan sebelumnya oleh para petani di Lombok Utara.

Fasilitas tersebut berfungsi sebagai pusat produksi bibit kurma unggul yang dapat menjamin kualitas bibit dan memungkinkan identifikasi jenis kelamin tanaman sejak dini agar meningkatkan peluang produktivitas.

"Melalui kultur jaringan, kami pastikan bibit bisa berbuah dan produktif. Kultur jaringan juga memudahkan untuk mengetahui jenis kelamin kurma," papar Aryadi.

Lebih lanjut ia menyampaikan laboratorium tidak hanya dimanfaatkan oleh pemerintah, tetapi juga terbuka bagi berbagai pihak yang ingin mengembangkan budidaya tanaman kurma.

Fasilitas itu ditargetkan mampu menyediakan bibit kurma unggul sekaligus mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) bagi Nusa Tenggara Barat.

Baca juga: Brida NTB membidik status Indikasi Geografis komoditas kakao dan kurma

BRIDA NTB menyatakan Nusa Tenggara Barat memiliki prospek besar dalam pengembangan budidaya kurma. Daerah daerah yang cukup potensial adalah Kecamatan Alas di Kabupaten Sumbawa, serta kawasan Poto Tano di Kabupaten Sumbawa Barat.

Aryadi menuturkan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan pemerintah kabupaten setempat untuk memperluas budidaya komoditas kurma di Nusa Tenggara Barat.

Baca juga: Brida NTB dorong paten jadi motor pertumbuhan ekonomi daerah

"Rahasia budidaya kurma adalah pH tanah tidak boleh lebih dari 7. Selain itu, faktor lain yang menentukan produktivitas berupa kualitas tanah (unsur hara) hingga tekanan angin," pungkas dia.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, kurma merupakan komoditas unggulan baru yang dikembangkan oleh petani di Lombok Utara pada tahun 2016. Budidaya kurma dilakukan oleh Yayasan Ukhuwah Datu bersama penduduk lokal.

Pada 2023, kurma Lombok Utara meraih peringkat ketujuh dalam pameran kurma internasional di Abu Dhabi. Varietas kurma tersebut diberi nama Kumari atau akronim dari Kurma Rinjani.