Lombok Tengah (ANTARA) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan  penanaman pohon buah dalam rangka menjaga ekosistem kawasan hutan lindung di Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perlindungan sumber mata air sekaligus menjaga kelestarian lingkungan," kata Direktur Utama PDAM Lombok Tengah Bambang Supraptomo di Lombok Tengah, Rabu.

Kegiatan dalam memperingati Hari Bumi Sedunia 2026 tersebut melibatkan berbagai pihak, antara lain Pemerintah Desa Karang Sidemen, Universitas Mataram, Asia Foundation, dan Konsepsi.

Mengusung tema “Aksi untuk Bumi: Tanam Pohon, Tanam Harapan dalam Perlindungan Mata Air”, kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air di Lombok Tengah.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan melalui penanaman pohon.

“Air adalah kebutuhan primer manusia, kalau listrik mati masih ada lampu, tapi kalau air mati tidak ada yang bisa menggantikan, sehingga keberadaan mata air harus kita jaga," katanya.

"Salah satunya dengan terus menanam pohon agar tutupan lahan hutan tetap terpelihara. Jika hutan terjaga, maka bumi kita juga akan tetap terjaga,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon tidak boleh berhenti pada seremoni semata, tetapi harus diikuti dengan komitmen perawatan yang berkelanjutan.

“Sudah ratusan kegiatan penanaman pohon dilakukan," katanya.

Baca juga: SPAM Danau Biru Lombok Tengah masuk prioritas Kementerian PUPR

Menurutnya, kegiatan penanaman pohon yang telah dilaksanakan seringkali tidak mengetahui apakah pohon tersebut bisa tumbuh atau tidak.

"Jangan sampai hari ini kita tanam, seminggu kemudian sudah hilang. Penting bagi kita untuk melakukan pengawasan dan perawatan secara rutin agar pohon dapat tumbuh dengan baik,” tegasnya.

Selain itu, Bambang juga merekomendasikan jenis pohon yang ditanam harus memenuhi 3 aspek sehingga bisa bertahan lama.

Agar pohon yang ditanam bisa bertahan lama maka harus ada tiga aspek menjadi perhatian yaitu aspek ekologis, aspek ekonomis, dan aspek sosial.

Baca juga: Bupati Dompu panggil Direktur PDAM terkait air berulat dan berbau

"Itu menjadi dasar kita kenapa memilih tanam pohon buah seperti Alpukat dan Durian, karena memenuhi 3 aspek tadi terutama aspek ekonomi buahnya dapat bernilai ekonomis untuk masyarakat, selain itu juga ada pohon beringin tapi itu kita tanam di sepadan sungai untuk menjaga mata air," katanya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem hutan dan sumber mata air semakin meningkat, demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.

"Semoga kegiatan ini bisa memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan lingkungan," katanya.