Bima (ANTARA) - Mahasiswi Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) STKIP Taman Siswa Bima, Nurinayah, menargetkan meraih lima medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat 2026 di Mataram.

Langkah tersebut diambil menyusul capaian impresif Nurinayah dalam dua edisi Porprov sebelumnya sekaligus sebagai bagian dari persiapan menuju seleksi Pekan Olahraga Nasional 2028 di Nusa Tenggara Timur.

Atlet asal Kelurahan Panggi, Kota Bima itu dinilai menjadi salah satu kekuatan utama cabang olahraga sepak takraw di NTB. Konsistensi prestasinya di level regional turut memperkuat proses regenerasi atlet di wilayah timur Indonesia.

Berdasarkan catatan prestasi, Nurinayah berhasil meraih tiga medali emas pada Porprov 2018 di Mataram. Ia kemudian, meningkatkan capaian menjadi empat emas pada Porprov 2023, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai andalan tim Kota Bima.

Selain di level provinsi, Nurinayah juga memiliki pengalaman nasional melalui keikutsertaannya pada Pra-PON 2019 di Tarakan serta Pra-PON 2024 di Jepara. Jam terbang tersebut menjadi modal penting dalam membidik target lima emas pada Porprov mendatang.

Ketua Prodi PJKR STKIP Taman Siswa Bima, Rabwan Satriawan, menyatakan pihak kampus memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan karier atlet mahasiswa.

"Kami mengapresiasi kedisiplinan Nurinayah dalam menjaga performa di tengah aktivitas akademik. Kampus berkomitmen menyediakan ekosistem pembinaan agar target lima emas Porprov 2026 dan peluang masuk skuad PON 2028 dapat tercapai," ujarnya.

Ia menambahkan, integrasi antara pendidikan dan olahraga menjadi fokus utama program studi dalam mencetak lulusan yang kompetitif, baik secara akademik maupun prestasi olahraga.

Menurutnya, keberhasilan Nurinayah tidak hanya mencerminkan capaian individu, tetapi juga menunjukkan efektivitas kurikulum PJKR yang berbasis pengembangan fisik dan teknik atletik. Dukungan fasilitas latihan dan pendekatan sport science terus diperkuat guna memastikan kesiapan atlet secara optimal.

PorBaca juga: STKIP Tamsis Bima nahkodai revitalisasi pendidikan karakter SD di Kabupaten Bima

Persaingan cabang sepak takraw pada Porprov NTB 2026 diperkirakan semakin ketat dengan munculnya atlet dari sejumlah daerah seperti Sumbawa dan Lombok Barat. Namun, pengalaman bertanding di berbagai ajang nasional membuat Nurinayah dinilai unggul dari sisi mental dan taktik.

Ke depan, Nurinayah dijadwalkan mengikuti sejumlah uji coba di luar daerah untuk meningkatkan kesiapan fisik dan teknik. Program latihan disusun secara periodik dan diselaraskan dengan kalender akademik agar performa tetap berada pada puncak saat kompetisi.

Baca juga: BPMP NTB, INOVASI, dan STKIP Tamsis Bima rancang program ASLI BERADAB

Target jangka panjang yang dibidik adalah menembus kualifikasi PON 2028 serta membawa prestasi bagi kontingen NTB di level nasional. Seluruh rangkaian persiapan akan diarahkan memenuhi standar atlet nasional yang ditetapkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).