Mataram (ANTARA) - Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) Akhdiansyah memberikan apresiasi terkait rencana Gubernur Lalu Muhamad Iqbal yang akan memberikan insentif tambahan bagi 1.759 guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di wilayah itu.

Ia mengatakan pemberian tambahan insentif sebesar Rp540.000 per bulan per guru tersebut diproyeksikan membutuhkan anggaran sekitar Rp11,39 miliar per tahun sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya guru paruh waktu.

Baca juga: Gubernur NTB Iqbal menambah insentif 1.759 guru PPPK sebagai kado Hardiknas

"Ini langkah maju dan pemikiran progresif dari Gubernur NTB. Kami tentu mengapresiasi, karena menyentuh langsung kesejahteraan guru," ujarnya di Mataram, Senin.

Ia menegaskan bahwa agar rencana tersebut tidak berhenti pada wacana, pihaknya di Banggar akan memastikan program ini masuk dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah.

"Sebagai anggota Banggar, kami akan memastikan program ini masuk dalam RKPD, KUA-PPAS, hingga kebijakan anggaran dalam APBD Perubahan," tegasnya.

Menurutnya, momentum Hardiknas tahun ini membawa harapan baru bagi para guru PPPK paruh waktu di NTB. Ia menilai bahwa perhatian terhadap kesejahteraan guru merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

"Momentum 2 Mei itu memberi angin segar. Kesejahteraan guru paruh waktu harus benar-benar diperhatikan," kata anggota DPRD NTB dari Dapil VI (Kabupaten Dompu, Bima, dan Kota Bima) ini.

Baca juga: Marbot dan guru ngaji di Mataram terima insentif Rp500 ribu

Akhdiansyah memastikan akan terus mengawal agar komitmen pemerintah daerah tersebut direalisasikan secara berkelanjutan setiap tahun.

"Sebagai anggota Banggar yang memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan, kami akan mengawal agar gagasan ini benar-benar dituangkan dalam kebijakan anggaran," ujarnya.

Menurutnya, peningkatan kesejahteraan guru merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam membangun kualitas pendidikan.

"Pendidikan yang baik harus ditopang oleh kesejahteraan guru. Ini bagian dari amanah besar yang harus kita jaga bersama," katanya.

Sebelumnya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyiapkan anggaran untuk penghasilan tambahan minimal sebesar Rp500 ribu bagi 1.759 guru berstatus Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK-PW) pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026.

"Khusus untuk guru PPPK-PW yang penghasilannya tergantung jam mengajar, kami berupaya di tengah keterbatasan fiskal untuk memberikan kesejahteraan yang lebih baik," ujar Iqbal pada upacara peringatan Hardiknas di lapangan Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTB di Mataram, Sabtu.(2/5).

Ia mengatakan kebijakan bagi guru PPPK- PW ini dilakukan sebesar harapan daerah dalam memajukan dunia pendidikan. Pemberian insentif tambahan ini mulai dilaksanakan pada September.

"Ini sebagai bentuk apresiasi dan perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB kepada guru berstatus PPPK-PW," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026