Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat menyiapkan anggaran Rp600 juta untuk insentif marbot atau pengurus rumah ibadah dan guru ngaji TPQ (Taman Pendidikan Al Quran) di kota itu.

"Insya Allah sebelum Idul Fitri 1447 Hijriah sekitar 1.200 pengurus rumah ibadah dan guru ngaji TPQ sudah mendapatkan insentif," kata Kepala Bagian Kesejahteraan Setda Kota Mataram Amir Wisuda di Mataram, Selasa.

Dengan anggaran Rp600 juta tersebut pihaknya akan mencairkan insentif untuk dua bulan yakni Januari dan Februari 2026 dengan nilai insentif per bulan Rp250.000, sehingga untuk dua bulan setiap marbot atau penjaga rumah ibadah dan guru TPQ mendapatkan insentif masing-masing Rp500.000.

Guna percepatan pencairan, mulai hari ini para marbot dan guru TPQ sudah diminta untuk tanda tangan dokumen surat pertanggungjawaban (SPJ) sebagai acuan pencairan anggaran.

Langkah itu diambil karena adanya kendala teknis di lapangan, seperti beberapa penerima yang sering berganti nomor telepon sehingga sulit dihubungi.

"Setelah cair, anggaran akan kami transfer langsung ke rekening bank masing-masing," katanya.

Baca juga: Sebanyak 1.200 marbot dan guru TPQ di Mataram dapat insentif

Menurut dia, jumlah pengurus rumah ibadah baik itu masjid, pura, gereja, vihara, dan guru TPQ sekitar 1.200 orang, tersebar di enam kecamatan se-Kota Mataram.

Dengan keterbatasan anggaran pemerintah kota, katanya, insentif bagi pengurus rumah ibadah di berikan hanya untuk satu orang meskipun satu rumah ibadah, misalnya masjid memiliki 2-3 orang marbot.

"Tapi yang kami berikan tetap satu orang, pembagian agar merata dilakukan di internal masjid. Begitu juga untuk pengurus rumah ibadah lainnya," katanya.

Baca juga: Sebanyak 1.400 marbot rumah ibadah dapat insentif Rp750 ribu

Sementara insentif untuk guru TPQ, lanjutnya, bisa saja diterima lebih dari satu orang karena dilihat dari jumlah siswa yang diajar di TPQ.

"Akan tetapi, mereka juga punya kebijakan yang sama untuk membagi rata insentif dengan guru-guru lainnya atau bisa jadi besaran diberikan sesuai dengan beban tugas masing-masing," katanya.

Diharapkan, insentif yang diterima oleh marbot atau pengurus rumah ibadah dan guru TPQ dapat meningkatkan kesejahteraan, memotivasi mereka untuk terus mengabdi, mencetak generasi Qurani, serta meringankan beban biaya hidup.

Baca juga: Sebanyak 1.228 marbot rumah ibadah di Mataram dapat insentif
Baca juga: Ratusan marbot di Mataram menerima bantuan sosial warga Tionghoa



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026