Sumbawa Barat (ANTARA) - Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyerukan dan mendukung penguatan pola asuh anak yang berkualitas, terutama pada era digital saat ini.

Ketua GOW Kabupaten Sumbawa Barat Hanipah di Sumbawa Barat, Selasa, mengatakan untuk mendukung penguatan pola asuh anak pihaknya menyelenggarakan seminar peran keluarga sebagai wadah penyatuan tekad dalam membangun keluarga yang harmonis, mandiri, dan siap menghadapi tantangan zaman.

"Ini merupakan bentuk komitmen GOW dalam mengedukasi dan memberdayakan perempuan agar mampu menjadi agen perubahan di lingkup keluarga maupun di tengah masyarakat," katanya .

Ia mengatakan kegiatan ini tak sekadar berbicara teori, tetapi menyatukan tekad untuk membangun keluarga yang harmonis, mandiri, dan siap menghadapi tantangan zaman.

"Di tengah arus perubahan era digital yang semakin cepat ini, pola asuh anak harus tetap ditinggalkan," katanya.

Sementara itu Bupati Sumbawa Barat Amar Nurmansyah mengapresiasi GOW yang dinilai mampu mengoordinir seluruh organisasi wanita di Kabupaten Sumbawa Barat untuk bergerak dalam satu langkah menuju tujuan yang sama serta mendukung program-program prioritas pemerintah.

"Kondisi sosial dan ekonomi daerah saat ini menuntut perhatian serius, terutama karena tantangan membangun ketahanan keluarga semakin besar," katanya.

Baca juga: Program Satu Anak Stunting Satu Orang Tua Asuh diterapkan di Mataram

Ia menyoroti data kependudukan dan angka kemiskinan di Sumbawa Barat yang disebut masih menjadi pekerjaan bersama.

"Saat ini jumlah penduduk Sumbawa Barat mencapai lebih dari 158 ribu jiwa, dengan sekitar 51 ribu kepala keluarga," katanya.

Baca juga: Pemkot Denpasar bagikan kit stunting

Ia mengatakan angka kemiskinan berada di 10,98 persen atau setara sekitar 6.000 kepala keluarga dan 19.000 jiwa, turun signifikan dari tahun sebelumnya yang berada di angka 12,23 persen. Ini menjadi pertimbangan serius pemerintah sehingga dibuatnya Program Sumbawa Barat Maju yang berbasis kepala keluarga.

“Orang tua hari ini menghadapi tantangan membimbing anak-anak yang jauh lebih berat dibandingkan saat kita dulu tumbuh, sehingga peran keluarga menjadi sangat penting,”.

Ia menambahkan bahwa semakin kecil angka kemiskinan, maka penurunannya akan semakin sulit, sehingga pemerintah perlu terus mendorong program yang berbasis keluarga dan kepala keluarga.