Mataram (ANTARA) - Di tengah dinamika politik nasional yang terus bergerak cepat, masyarakat sesungguhnya selalu memiliki cara sederhana untuk menilai seorang pemimpin: seberapa besar manfaat program yang diperjuangkan untuk rakyat.

Ukuran itu pula yang membuat nama Sari Yuliati begitu melekat di hati masyarakat Pulau Lombok dan Nusa Tenggara Barat. 

Bukan semata-mata karena jabatan tinggi yang kini beliau emban sebagai Wakil Ketua DPR RI, tetapi karena perjalanan panjang pengabdian yang selama ini benar-benar dirasakan masyarakat.

Dari periode awal sebagai anggota DPR RI tahun 2019–2024, memimpin Komisi III DPR RI, hingga kini dipercaya menjadi pimpinan parlemen nasional, beliau terus menunjukkan bahwa politik dapat dijalankan dengan keberpihakan, keberanian, dan kerja nyata.

Beliau hadir bukan hanya sebagai tokoh nasional, tetapi juga sebagai wakil rakyat dari Dapil Lombok yang tidak pernah melupakan daerah dan masyarakat yang telah memberikan amanah kepadanya.

Mengawal Hukum dan Keadilan untuk Rakyat

Saat dipercaya memimpin Komisi III DPR RI, beliau berada di garis depan dalam mengawal isu hukum, keamanan, dan keadilan di Indonesia.

Di tengah berbagai persoalan nasional, beliau dikenal sebagai sosok yang tegas dalam menyuarakan kepentingan rakyat serta mendorong penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan. 

Beliau aktif mengawasi aparat penegak hukum agar tetap bekerja profesional dan berpihak kepada masyarakat.

Keberanian beliau dalam menyuarakan berbagai persoalan publik membuat banyak masyarakat melihat bahwa masih ada wakil rakyat yang benar-benar hadir membawa suara rakyat kecil ke tingkat nasional.

Namun pengabdian beliau tidak berhenti pada ruang sidang dan fungsi pengawasan semata.

Membawa Manfaat Nyata Pulang ke Lombok

Di balik tugas besar di tingkat nasional, perhatian beliau terhadap Lombok dan NTB tidak pernah surut. Justru di sanalah jejak pengabdian beliau paling nyata dirasakan masyarakat.

Melalui perjuangan program BSPS, puluhan ribu masyarakat berhasil mendapatkan bantuan rumah layak huni. Program ini menjadi harapan besar bagi keluarga-keluarga yang sebelumnya tinggal dalam kondisi memprihatinkan.

Rumah yang dahulu rapuh dan tidak layak ditempati kini berubah menjadi tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan manusiawi.

Bagi masyarakat kecil, bantuan itu bukan hanya tentang bangunan rumah. Itu tentang martabat dan harapan hidup yang lebih baik.

Pendidikan sebagai Jalan Masa Depan

Beliau juga memahami bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan.

Melalui perjuangan program PIP dan KIP, ribuan pelajar di Lombok mendapatkan kesempatan untuk tetap melanjutkan sekolah tanpa terbebani persoalan biaya.

Banyak anak-anak dari keluarga sederhana yang kini tetap dapat mengejar cita-cita mereka karena perhatian dan perjuangan beliau terhadap akses pendidikan masyarakat kecil.

Bagi beliau, membangun daerah tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik. Masa depan daerah harus dibangun melalui pendidikan generasi mudanya.

Memperjuangkan Petani dan Pembangunan Desa

Sebagai daerah yang sebagian besar masyarakatnya hidup dari sektor pertanian, Lombok membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai.

Karena itu, beliau turut memperjuangkan pembangunan irigasi untuk mendukung kebutuhan air pertanian masyarakat. 

Dengan irigasi yang lebih baik, produktivitas pertanian meningkat dan kesejahteraan petani ikut terdorong.

Tidak hanya itu, beliau juga memperjuangkan pembangunan jalan melalui program PISEW yang membuka akses wilayah desa, memperlancar distribusi hasil pertanian, dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat pedesaan.

Jalan bagi masyarakat desa bukan sekadar infrastruktur. Jalan adalah akses menuju harapan dan kemajuan.

Air Bersih dan Sanitasi untuk Kehidupan yang Lebih Layak

Kepedulian beliau juga hadir melalui program SANIMAS dan PAMSIMAS yang membantu masyarakat mendapatkan akses sanitasi layak dan air bersih.

Program-program ini mungkin terlihat sederhana di mata sebagian orang, tetapi manfaatnya sangat besar bagi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat desa.

Karena kehidupan yang layak selalu dimulai dari terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.

Menjaga Nilai Keagamaan dan Pendidikan Moral

Sebagai daerah yang religius, kehidupan spiritual masyarakat Lombok juga menjadi perhatian besar beliau.

Bantuan rehabilitasi masjid dan sarana ibadah terus diperjuangkan agar masyarakat dapat beribadah dengan nyaman dan layak.

Tidak hanya itu, beliau juga mengambil peran penting dalam memperjuangkan bantuan sarana dan prasarana bagi madrasah dan pondok pesantren, termasuk bantuan PHTC Madrasah bernilai miliaran rupiah di berbagai lembaga pendidikan keagamaan di Lombok.

Beliau memahami bahwa membangun daerah bukan hanya membangun jalan dan gedung, tetapi juga menjaga nilai moral, pendidikan agama, dan karakter generasi bangsa.

Berdiri di Garis Depan untuk Guru Madrasah

Salah satu perjuangan yang paling melekat pada sosok beliau adalah keberpihakan terhadap kesejahteraan guru madrasah.

Beliau dikenal konsisten memperjuangkan perhatian terhadap guru-guru madrasah yang selama ini menjadi penjaga pendidikan akhlak dan moral anak-anak bangsa.

Bagi beliau, kemajuan Indonesia tidak cukup hanya dengan pembangunan infrastruktur. Indonesia juga harus dibangun melalui pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan.

Jabatan sebagai Jalan Pengabdian

Kini, saat dipercaya menjadi Wakil Ketua DPR RI, cakupan pengabdian beliau tentu semakin luas untuk kepentingan bangsa dan negara.

Namun, satu hal yang tetap sama: perhatian beliau terhadap masyarakat Lombok dan NTB tidak pernah berubah.

Beliau terus membawa aspirasi daerah ke tingkat nasional, memperjuangkan kebutuhan masyarakat, dan memastikan pembangunan benar-benar dirasakan hingga pelosok daerah.

Apa yang telah beliau lakukan menjadi bukti bahwa kepemimpinan sejati bukan tentang seberapa tinggi jabatan yang dimiliki, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang diberikan kepada rakyat.

Dan hari ini, jejak pengabdian itu nyata dirasakan oleh puluhan ribu masyarakat.

Mulai dari rumah layak huni, pendidikan anak-anak, pembangunan desa, akses air bersih, perhatian terhadap guru madrasah, hingga dukungan bagi sarana ibadah—semua menjadi bagian dari perjalanan panjang pengabdian seorang wakil rakyat dari Dapil Lombok yang terus bekerja untuk masyarakatnya.

Karena tidak semua orang yang berada di posisi tinggi tetap mengingat rakyat kecil.

Namun, Sari Yuliati membuktikan bahwa jabatan bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah untuk menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.

Dan pengabdian seperti inilah yang akan selalu dikenang dalam perjalanan pembangunan Pulau Lombok dan Indonesia.

Baca juga: Waka DPR Sari Yuliati mendorong pendidikan inklusif di NTB
Baca juga: Guru madrasah swasta berpeluang jadi PPPK, DPR siap kawal
Baca juga: Komisi III DPR beri atensi kasus kematian Brigadir Nurhadi dan Brigadir Esco