Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) mengalokasikan Rp400 juta untuk membangun kembali rumah adat Bayan, Bale Beleq Timuk Orong di Desa Bayan Timur, Kabupaten Lombok Utara setelah terbakar pada Februari 2026.

Kepala Dinas Kebudayaan NTB Muhamad Ihwan di Mataram, Senin, mengatakan anggaran ini dialokasikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB Rp100 dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XV NTB dari Kemenbud Rp300 juta.

"Pembagian anggaran disesuaikan dengan kebutuhan komunitas dan prioritas teknis," ujarnya.

Ia mengatakan anggaran ini mencakup pembangunan bangunan utama (dua bangunan yang dimulai dari nol), termasuk pagar dan biaya operasional pembangunan dan pembangunan lumbung baru sebagai upaya pelestarian lumbung yang terbakar.

Baca juga: Pemprov NTB dan Kemenbud membangun kembali rumah adat Bayan

"Pekerjaan sudah mulai dan harus diselesaikan sesuai tanggung jawab tahun anggaran target penyelesaian di 2026," katanya.

Ia mengatakan pembangunan rumah adat Bayan tidak bisa dilakukan seperti pembangunan rumah biasa karena seluruh proses mengikuti aturan masyarakat adat setempat. Pembangunan rumah adat Bayan bukan sekadar membangun fisik bangunan tetapi membangun kembali ruang hidup kebudayaan masyarakat adat itu.

"Proses pembangunan nanti akan disesuaikan dengan kalender adat Bayan. Pembangunan juga dengan mengedepankan gotong royong," ujarnya.

Ritual pertama akan dilakukan pengambilan material bangunan, selanjutnya ritual adat mengiringi pembangunan tersebut.

Pemerintah juga akan membantu pelaksanaan ritual selamatan adat ketika rumah adat itu kembali ditempati masyarakat.

Baca juga: Rinjani Color Run 2025, ajang lari penuh warna lintasi rumah adat Sembalun

Saat ini, masyarakat adat Bayan telah membangun rumah adat sementara guna menjaga tradisi mereka tetap hidup di tengah musibah tersebut.

"Kayu diangkat bersama, ilalang dikumpulkan bersama, dan pekerjaan dilakukan secara adat sebagai simbol bahwa kebudayaan Bayan tidak boleh runtuh oleh musibah," kata dia.

Kawasan adat Bayan dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan tertua di Pulau Lombok. Masyarakatnya masih mempertahankan arsitektur tradisional, ritual adat, hingga tata kehidupan sosial yang diwariskan secara turun-temurun.

Oleh karena itu, kata Ihwan, pembangunan kembali rumah adat yang terbakar bukan hanya soal memperbaiki bangunan, tetapi juga menjaga identitas budaya masyarakat Bayan agar tetap lestari.

Bahkan, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal juga memberikan perhatian besar terhadap kawasan tersebut, sebagai simbol kekayaan adat dan budaya yang diwariskan oleh leluhur agar tetap terjaga hingga di masa mendatang.

"Bayan ini bagian penting dari ekosistem budaya NTB dan kawasan penyangga Geopark Rinjani. Jadi pelestarian rumah adat di sana menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Adanya jaringan budaya ini mendukung ekonomi budaya lokal sehingga komunitas dapat hidup dari kegiatan budaya dan pariwisata," katanya.