Mataram, 30/7 (ANTARA) - Kementerian Dalam Negeri belum mengumumkan calon Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat yang lolos uji kelayakan dan kepatutan atau "fit and proper test" yang digelar 20 Juli lalu.
"Sampai hari ini belum diumumkan hasil 'fit and proper test' itu, mungkin masih dikaji lebih lanjut," kata Juru Bicara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Moh. Faozal di Mataram, Jumat.
Ia mengatakan, pejabat terkait di Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) tengah menguji tiga orang calon Sekda NTB, untuk menggantikan posisi H. Abdul Malik yang akan segera purna tugas.
Ketiga pejabat yang mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Kantor Kemdagri itu yakni Sirojul Munir (Asisten Tata Praja Setda NTB), Nur Asikin (Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB) dan Muhammad Nur (Asisten Administrasi Pembangunan Setda NTB).
Ketiganya dianggap layak menduduki jabatan Eselon I yang diemban Sekda, sehingga diusulkan Gubernur NTB KH. M. Zainul Majdi, ke Kemdagri, sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku.
Faozal yang pernah menjadi bagian dari staf Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) itu menduga, hasil uji kelayakan dan kepatutan itu belum boleh diumumkan karena masih harus ditelaah Tim Penilai Akhir Nasional (TPAN) yang beranggotakan sejumlah menteri dan diketuai Wakil Presiden.
"Mungkin masih ditelaah lebih lanjut oleh TPAN itu, namun diperkirakan dalam beberapa hari ke depan sudah ada hasilnya," ujarnya.
Menurut Faozal, nama calon Sekda NTB yang dianggap paling layak dan memenuhi berbagai persyaratan itu kemudian diusulkan ke Presiden hingga diterbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Pengangkatan Sekda.
Kini, Sekda NTB masih dijabat Abdul Malik yang telah dua kali mengalami perpanjangan masa dinas, setelah dinyatakan pensiun awal tahun 2009. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026