Mataram, 16/12 (ANTARA) - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan 33 persen perolehan suara pada Pemilu Legislatif tahun 2009, lebih tinggi dari persentase suara yang berhasil diraih pada Pemilu 2004 sebesar 26,7 persen.

  
{jpg*2}
 Ketua Harian Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Partai Golkar NTB, Baiq Isvie Ruphaida, kepada wartawan di Mataram, Selasa, mengatakan, secara nasional perolehan suara Golkar di daerah ini ditargetkan 30 persen, namun pihaknya memasang target optimis 33 persen dan tagret psimis 35 persen.

   "Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar menargetkan perolehan suara 30 persen, namun kami manargetkan lebih tinggi, yakni 33 persen dengan target tersebut kami ingin merebut 18 hingga 19 kursi di DPRD NTB, pada Pemilu 2004 kami berhasil meraih 15 kursi," katanya.

   Pada acara yang juga dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar NTB, HM Tohri, Ketua Bapilu, H Lalu Sujirman dan Sekretaris DPD Golkar, Abdul Hafidz, dia menyatakan optimis bisa merealisasikan target tersebut pada Pemilu Legislatif 2009.

   "Kami optimis target tersebut akan tercapai, karena sekarang ini Golkar menganut sistemn sistem suara terbanyak, sehingga semua Calon Legislatif (Caleg) akan berjuang keras untuk memperoleh dukungan suara masyarakat sebanyak-banyaknya," ujarnya.

   Untuk mencapai tagte tersebut, DPD Partai Golkar NTB akan menggelar Rapat Koordndinasi (Rakor) Bapilu kabupaten/kota se NTB, 17-18 Desember 2008 untuk menyamakan visi dan persepsi dalam memenangkan Golkar pada Pemilu 2009.

   Selain itu juga akan dilaksanakan pembekalan Caleg serta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Juru Kampanye (Jurkam) kabupaten/kota se NTB untuk memberikan bekal tentang bagaimana teknik menarik simpati masyarakat agar mendukung partai berlmbang pohon beringin pada Pemilu 2009.

   Isvie mengatakan, Partai Golkar ingin meraih suara masyarakat sebanyak-banyaknya dengan cara simpatik, karena itu dalam waktu enam bulan menjelang Pemilu akan dipergunakan dengan sebaik-baiknya termasuk memberikan pembekalan kepada para jurkam, antara lain berupa "public speaking".

   "Kami berupaya memberikan bekal 'public speaking' kepada para jurkam agar mampu tampil dan berbicara menyampaikan programnya dengan baik di depan publik, ini penting dalam rangka memenangkan Golkar pada Pemilu 2009," ujarnya.

   Sementara itu Plt Ketua DPD Partai Golkar NTB, HM Tohri mengatakan, Golkar akan menyampaikan kampanye secara santun dan damai dan akan menghindarkan kampanye negatif, karena itu dibentuk kode etik yang akan mengawasi pelaksanaan kampanye Pemilu.

   Mengenai adanya kendala sistem pemilihan sekarang ini, Tohri mengatakan, ini merupakan suatu kendala yang perlu segera dicari jalan keluarnya, karena dengan sistem conteng ini akan membingungkan calon pemilih terutama yang masih menyandang buta huruf.

   "Kami memang khawatir dengan sistem conteng sekarang ini, karena selama ini masyarakat sudah terbiasa dengan cara mencoblos, sebagian masyarakat memegang pensil atau pulpen saja tangannya gemetar, apalagi menconteng nama Caleg yang akan dipilihnya," katanya.

   Karena itu, Tohri mengharapkan para caleg lebih banyak mengunjungi konstituennya untuk mensosialisasikan sistem yang berlaku sekarang ini, sehingga nantinya mereka bisa melaksanakan hak pilihnya dengan baik di tempat pemungutan suara (TPS).(*)
 
 FOTO: Humas DPD Partai Golkar NTB 
Keterangan: Ketua Bapilu DPD Partai Golkar NTB, Baiq Isvie Ruphaida (berjilbab) didampingi Plt Ketua DPD, H.M Tohri (berpeci) dan Ketua Bapilu, H. Lalu Sujirman (kiri) dan Sekretaris DPD Golkar, Abdul  Hafidz sedang memberikan keterangan pers terkait  Rakor Bapilu, Pembekalan Jurkam dan Diklat Caleg, di Sekretariat DPD Golkar NTB. di Mataram, Selasa (16/12). 



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026