Mataram, 28/9 (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat KH. M. Zainul Majdi mengingatkan para pihak meningkatkan pengawasan terhadap susu formula untuk bayi yang sudah menyebar hingga pedesaan.
"Ternyata susu formula untuk konsumsi bayi sudah menyebar ke pedesaan, bukan hanya di kota, sehingga ini perlu diawasi," kata Majdi ketika memberi arahan pada acara Kampanye Pekan Air Susu Ibu (ASI) Sedunia tahun 2010, di Mataram, Selasa.
Kampanye Pekan ASI Sedunia 2010 yang mengedepankan tema "sepuluh langkah menuju sayang bayi" itu diselenggarakan Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi NTB.
Gubernur NTB periode 2008-2013 pada kesempatan itu juga mengangkat istrinya selaku Ketua Tim Penggerak PKK NTB Hj. Rabiatul Adawiyah, SE sebagai Duta ASI NTB.
Gubernur tidak menghendaki susu formula dikonsumsi oleh bayi yang baru berusia dua tahun ke bawah karena dapat memengaruhi pertumbuhan dan tingkat kecerdasannya.
Karena itu, dalam Kampanye Pekan ASI Sedunia 2010 ia meminta para pihak untuk meningkatkan pengawasan susu formula yang dilaporkan sudah menyebar hingga ke tingkat desa.
Mantan anggota Komisi X DPR itu menduga maraknya penyebaran susu formula hingga tingkat pedesaan di wilayah NTB itu erat kaitannya dengan jaringan bisnis pabrik susu tertentu.
"Tampaknya sudah jadi tren bisnis susu formula yang mampu menembus pedesaan. Ini perlu mendapat perhatian serius pihak-pihak terkait," ujarnya.
Duta ASI NTB Hj. Rabiatul Adawiyah yang ditemui di sela Kampanye Pekan ASI Sedunia 2010 itu mengatakan pihaknya akan meningkatkan sosialisasi pentingnya ASI bagi bayi hingga tingkat kecamatan.
Ia akan menggunakan jaringan Tim Penggerak PKK yang kepengurusannya sampai tingkat kecamatan/desa untuk memerangi konsumsi susu formula di kalangan bayi berusia dua tahun ke bawah.
Tim Penggerak PKK NTB juga akan gencar menyosialisasikan program inisiasi menyusui dini (IMD) yang dicanangkan pemerintah secara nasional sejak dua tahun terakhir.
"Kami segera kumpulkan Tim Penggerak PKK tingkat kabupaten/kota untuk bersama-sama turun ke desa menyosialisasikan program IMD itu," ujarnya.
Selain itu, kata Adawiyah, program Tim Penggerak PKK yang sedang bergulir yakni Gerakan Kesatuan Gerak PKK yang digelar sejak September hingga November 2010, akan dimanfaatkan untuk meningkatkan pengawasan susu formula.
Selain menyukseskan program KB bersama institusi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), program peningkatan kesehatan bersama Dinas Kesehatan, juga akan digelar sosialisasi berkelanjutan tentang manfaat ASI bagi bayi.
"Memang kami dituntut untuk bekerja keras dan kami rasa semua itu akan membuahkan hasil yang diharapkan jika dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026