Kairo, 3/2 (ANTARA) - Enam orang tewas akibat tembakan di Bundaran Tahrir, pusat kota Kairo, tempat pengunjuk rasa pro dan anti-Presiden Mubarak berkumpul pada Rabu hingga Kamis dini hari.

  Sumber saksi Rumah Sakit Hussein dan saksi mata mengatakan para korban itu menderita luka tembakan senjata api, selain lebih dari 1.500 orang menderita cedera akibat lemparan batu dan bom molotov, koresponden ANTARA Munawar Saman Makyanie melaporkan Kamis pagi.

  Jaringan televisi Al Jazeera memperlihatkan dua mayat ditarik  oleh pengunjuk rasa ke pinggir jalan.

  Para wartawan dilarang mendekati Bundaran Tahrir dan diancam akan ditangkap karena dianggap melanggar jam malam yang berlaku mulai pukul 15.00 hingga 8.00 waktu setempat.

  Tembakan sporadis tersebut menghentikan perang batu dan bom molotov antara kedua pihak yang berseberangan tersebut.

  Berbagai media memantau situasi aksi unjuk rasa yang memasuki hari kesepuluh melalui para saksi mata dan sumber rumah sakit untuk mengetahui korban meninggal atau luku-luka.

  Tembakan secara sporadis terdengar di seputar Bundaran Tahrir sejak pukul 3.30 waktu setempat 8.30 WIB.

   Para pengunjuk rasa pendukung dan anti-Mubarak terlibat bakuhantam dahsyat di Tahrir selama beberapa jam mulai Rabu petang hingga Kamis pagi.

   Oposisi anti-Mubarak menguasai Bundaran Tahrir sejak Jumat (28/1) lalu.

   Banyak pengunjuk rasa anti-Mubarak yang diduga berasal dari luar Kairo menginap di Bundaran Tahrir tersebut.

   Oposisi menuntut reformasi politik dan mendesak Presiden Mubarak untuk mundur dari kursi kepresidenan dan pemilihan umum baru.

   Presiden Mubarak menolak mundur dan berjanji tidak akan mencalonkan diri lagi dalam pemilihan presiden pada September mendatang.

   Mubarak juga telah membuka pintu dialog dan memerintahkan Wakil Presiden Omar Suleiman untuk berdialog dengan oposisi guna membahas perubahan konstitusi dan beberapa tuntutan oposisi lainnya.

  Namun, Wapres Suleiman Rabu malam mengatakan dialog tidak akan dilakukan selama aksi demonstrasi anti-pemerintah masih berlangsung. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026