Mataram, 16/3 (ANTARA) - Kementerian Negara Perumahan Rakyat  (Menpera) bekerjasama dengan Universitas Mataram (Unram) membangun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusnawa) asrama mahasiswa di lingkungan kampus perguruan tinggi tersebut.

   Menpera Mohammad Yusuf Asy'ari di Mataram, Senin meninjau lokasi pembangunan Rusunawa asrama mahasiswa Unram didampingi Kepala Pusat Pengembangan Perumahan Kementerian Perumahan Rakyat, Andi Zainal A. Dulung, Wakil Gubernur NTB, Ir. H. Badrul Munir dan Rektor Unram, Prof. DR. Ir. Mansur Mashum.

   Rusunawa asrama mahasiswa Unram tersebut berlantai empat dengan jumlah kamar 96 unit, dibangun di atas tanah seluas 5.000 meter persegi dengan total luas lantai 3.500 meter per segi serta unit hunian tipe 21 meter persegi mampu menampung tiga hingga empat mahasiswa.

   Rusunawa yang yang dibangun PT. Metro Lestari Utama mulai 11 Desember 2008 dan dijadwalkan selesai 9 Juni 2009 itu dilengkapi kamar mandi dan WC serta ruang belajar di setiap lantai hunian menelan biaya sebesar Rp9,86 miliar.

   Menpera Muhammad Yusuf Asy'ari mengatakan, Rusunawa yang dibangun di lingkungan kampus ini akan lebih efektif dan efisien dari segi waktu bagi mahasiswa, karena untuk datang ke kampus mereka tidak memerlukan waktu lama dan biayanya juga relatif murah.

   Ia mengatakan, pembangunan rumah susun merupakan salah satu  Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJM) guna mendorong pemenuhan kebutuhan rumah yang layak, sehat, aman dan terjangkau dengan menitikberatkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

   Target yang harus dicapai pemerintah dalam jangka waktu liam tahun (2005-2009) adalah sebanyak 60.000 unit Rusunawa, pembangunan Rusunawa tersebut diperuntukkan bagi pekerja dan mahasiswa.    
Pembangunannya dimulai tahun 2009 di sembilan lokasi, yakni masing-masing dua Twin Block (TB) di Martubung (Medan), Mukakuning dan Tanjiung Piayu (Batam) dan Siwalankerto (Surabaya).

   Selain itu masing-masing satu TB di Cingised (Bandung), Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Universitas Samratulangi (Unsrat) Manado dan Nunukan, Kalimantan Timur.

   Pembanguan 12 TB Rusunawa ini telah rampung tahun 2006 dan pada tahun 2006 Kementerian Perumahan Rakyat kembali membangun Rusunawa sebanyak lima TB dengan prioritas lokasi di perguruan tinggi, yakni masing-masing satu TB di Universitas Indonesia (UI) Depok dan Institut Pertanian Bogor (IPB) Bogor.

   Di samping itu, katanya, di kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Tenggerang, Universitas Negeri Lampung (Unlam) Bandar Lampung dan Universitas Nusa Cendana (Undana).

   Sementara tahun 2007 dibangun 24 TB Rusunawa dan tahun 2009 sebanyak 39 TB Rusunawa yang tersebar di seluruh Indonesia termasuk Rusunawa asrama mahasiswa Unram, dengan demikian hingga kini terdapat 79 TB Rusunawa  di seluruh Indonesia yang sudah dan akan dibangun.

   "Mengingat ini merupakan program stimulan, maka jumlah Rusunawa yang dibangun masih sangat sedikit dibandingkan dengan kebutuhan yang ada, pihak universitas dan pemerintah daerah diharapkan dapat melanjutkan pembangunannya.

   Rektor Unram Prof. DR. Ir. Mansur Mashum mengatakan, hingga kini pihaknya telah memiliki asrama mahasiswa maupun mahasiswi, namun harus segera diganti karena tidak layak huni, karena itu dengan dibangunnya Rusunawa ini akan memberikan alternatif tempat tinggal yang layak bagi mahasiwa.

   Menurut dia, jumlah mahasiswa Unram tercatat 14.720 orang, sembilan persen diantaranya berasal dari luar NTB, 19 persen dari Pulau Sumbawa dan 73 persen dari Pulau Lombok.

   "Dari seluruh mahasiswa Unram sekitar 5.000 orang atau  36 persen adalah mahasiswa tidak mampu, ini memerlukan bantuan," katanya.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026