Mataram, 12/3 (ANTARA) - Aktivitas perkuliahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri Regional Nusa Tenggara Barat akan dimulai 21 Maret 2011 di kampus sementara kompleks Badan Pendidikan dan Latihan Provinsi NTB.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H.M. Zaini, di Mataram, Sabtu, mengatakan pada 17 Maret nanti, akan datang 150 orang praja muda untuk menjalani aktivitas perkuliahan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Regional NTB.
"Mereka datang 17 Maret dan mulai kuliah 21 Maret di kampus sementara IPDN Regional NTB. Praja muda itu sudah menjalani kuliah semester I di IPDN Jatinangor, Sumedang," ujarnya.
Menurut Zaini, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) atau pejabat yang mewakili akan datang ke NTB untuk meresmikan dimulainya penyelenggaraan IPDN Regional NTB itu, namun dijadwalkan April mendatang.
Aktivitas perkuliahan di kampus sementara IPDN Regional NTB akan berlangsung dalam dua tahun ajaran atau sampai kampus IPDN Regional Mataram yang tengah dibangun di Desa Puyung, Kabupaten Lombok Tengah, dirampungkan.
Pemprov NTB telah mengantongi surat edaran Mendagri Nomor 82.1/77/SJ-10 Januari 2011 tentang Penyelenggaraan IPDN Regional NTB, yang akan dimulai 21 Maret 2011.
Mendagri, kata Zaini, juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 60/2011 tentang Penetapan Kabupaten Lombok Tengah Sebagai Lokasi Pembangunan Kampus IPDN Regional NTB.
Lokasi tersebut yakni Desa Puyung, Kabupaten Lombok Tengah. Di desa itu terdapat lahan seluas 73 hektare milik Pemerintah Provinsi NTB yang dulunya merupakan kawasan perkebunan inti kapas.
Sejak 2008 pemerintah berencana melebur IPDN Jatinangor menjadi IPDN Regional yang penyelenggaraannya di lima kota di Indonesia, yakni Mataram (NTB), Makassar (Sulawesi Selatan), Bukittinggi (Sumatera Barat), Banjarbaru (Kalimantan Selatan) dan Malang (Jawa Timur).
Setiap IPDN Regional itu memiliki jurusan yang berbeda yakni manajemen pembangunan, manajemen sumber daya manusia, manajemen keuangan, manajemen kependudukan dan manajemen pemberdayaan masyarakat.
Namun belakangan pemerintah menambah dua lokasi lagi masing-masing di Papua dan Kalimantan Barat sehingga nantinya akan ada tujuh lokasi kampus IPDN Regional, termasuk di NTB. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026