Mataram, 27/8 (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan menggelar lomba "dulang ketupat" atau sesajian ketupat sebagai upaya melestarikan dan mempertahankan menu tradisional daerah ini.
"Rencananya perlombaan akan berlangsung 6 September 2011, bertepatan dengan perayaan Lebaran Topat (ketupat) yang dirayakan sepekan setelah Idul Fitri," kata Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Mataram Hj Suryani Ahyar Abduh, di Mataram, Sabtu.
Menurut dia, latar belakang digelarnya lomba "Dulang Ketupat", karena setiap tahun penyajian menu masakan khas Kota Mataram pada setiap perayaan Lebaran Ketupat dinilai sudah mulai bergeser, sehingga harus segera dihidupkan lagi agar tidak hilang.
Ia mengatakan, lomba "Dulang Ketupat" nantinya akan diikuti oleh 50 kelompok yang merupakan perwakilan dari masing-masing kelurahan di Kota Mataram.
Setiap kelompok akan dinilai oleh tim penilai yang berasal dari unsur budayawan, PKK dan Ika Boga yang akan berkeliling ke setiap kelurahan.
Sistem penilaian semacam itu dilakukan karena jika penilaian dilakukan di Makam Loang Baloq yang akan menjadi pusat perayaan Lebaran Ketupat, dikhawatirkan makanan sudah tidak utuh lagi.
"Setelah dinilai, barulah 'Dulang Ketupat' bisa dibawa ke Makam Loang Baloq untuk disantap bersama-sama. Sebanyak 10 kelompok nantinya akan memperoleh hadiah," katanya.
Suryani mengatakan, salah satu menu khas Lebaran yang sudah mulai bergeser adalah opor ayam atau daging, meskipun menu tersebut merupakan menu dari luar daerah.
"Sedangkan yang khas Lombok adalah menu urap dan pelalah baik dari tahu tempe maupun ayam dan daging yang dibakar terlebih dahulu. Sederhana namun tidak memberatkan," ujarnya.
Ia berharap dengan lomba "Dulang Ketupat" akan lebih memeriahkan suasana Lebaran Topat dan yang paling utama adalah warga Kota Mataram bisa menunjukkan kreativitasnya dalam hal kuliner khas daerah.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026