"Dalam demonstrasi itu, masing-masing delegasi berbagai negara menyampaikan orasi menyikapi pendudukan Israel atas Jerusalem (Al-Quds)," kata pelopor GMJ Indonesia, dr Joserizal Jurnalis Sp.BO, yang juga anggota Presidium Organisasi Kegawatdaruratan Medis MER-C Indonesia saat menghubungi ANTARA News di Bogor, Minggu.
Ia menjelaskan seluruh rombongan GMJ jalur darat yang terdiri dari berbagai negara, antara lain Indonesia (28 orang), Filipina (3), Malaysia (1),India (34), Iran (40), Azerbaijan (3), saat ini sedang berada di Turki.
Menurut dia, demonstrasi dijaga ketat oleh polisi Turki yang berseragam lengkap disertai tameng.
Polisi Turki juga membuat pagar betis untuk melokalisasi demonstran agar tidak merangsek maju menuju pintu Kedutaan Israel.
Ia menjelaskan, pukul 15.30 waktu Turki demonstrasi selesai dan rombongan menuju pos komando (posko) penginapan yang bertempat di kawasan Yenimahalle untuk beristirahat, karena keesokan harinya direncanakan akan berangkat ke Istambul.
Menurut Joserizal, kampanye GMJ mendapat dukungan dari DPR maupun MPR Republik Indonesia, selain unsur dari masyarakat sipil.
"Dukungan (GMJ) datang dari Komisi I DPR RI diwakili Helmy Fauzi, MPR RI diwakili Hajriyanto Y. Tohari, dan dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) yang diwakili Pdt Henry Lokra," ujarnya.
GMJ Komite Indonesia, katanya, tidak mewakili satu faksi atau partai politik, tetapi menyeru kepada semua kekuatan sosial, politik, dan ideologi untuk bergabung dan berpartisipasi.
Ia menjelaskan sejumlah organisasi seperti Megawati Institute, Maarif Institute, PGI, MER-C, Aqsa Working Group (WG), Voice of Palestine (VOP), Hilal Ahmar Society Indonesia, Yayasan Dana Mustadafin, Viva Palestina Indonesia, Rasil 720 AM, Forum Indonesia Muda, I Love Muhammad, radioalfatah.com telah bertemu untuk menyatakan sikap terhadap pembebasan Jerusalem di Megawati Institute, Jalan Proklamasi Nomor 53 Jakarta Pusat.
Turut hadir perwakilan dari Malaysia, yakni Nusrat Howard-Moore, Mohd Auzani Bin Johari. Kemudian dari Filipina Aliakbar Abinal, Almerah Mamalampac, Ansari Alonto. Sedangkan, dari Palestina adalah dr Taher Lulu, dosen sekaligus dokter spesialis anak, dr Sami Haja, Ketua Majelis Fatwa Gaza, dan dr Amir Salah, dosen ahli psikologi politik.
(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026