"Lokasi pembangunan dermaga penyeberangan Moyo-Tambora itu yang hendak ditinjau oleh Pak Wagub, Jumat (25/5) nanti," kata Kabag Humas dan Protokoler Setda NTB Tri Budiprayitno, di Mataram, Kamis.
Juru bicara Pemerintah Provinsi NTB itu mengatakan, dalam peninjauan lapangan itu Wakil Gubernur NTB H Badrul Munir, akan didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) NTB Dwi Sugiyanto, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika NTB Ridwan Syah, dan Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Penelitian (BLHP) NTB Syamsul Dilaga.
Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait itu turut serta dalam peninjauan lokasi itu, agar dapat mengetahui secara langsung rencana pembangunan dermaga penyeberangan itu.
"Pembangunan dermaga penyeberangan itu, merupakan bagian dari upaya konektivitas ke daerah potensi pengembangan pariwisata dan ekonomi kerakyatan, sehubungan dengan implementasi program MP3EI," ujar Tri.
Selain pembangunan dermaga penyeberangan, pemerintah juga akan membangun jalan khusus (by pass) dari Sumbawa Besar ke Ai Beri, Kecamatan Moyo Utara, yang menjadi lokasi pembangunan dermaga penyeberangan itu.
Dermaga penyeberangan itu menghubungkan wilayah Sumbawa di ujung timur yakni di Kecamatan Moyo Utara, dengan kawasan Tambora yang berada di wilayah Kabupaten Dompu. Di kawasan Tambora terdapat Gunung Api Tambora yang pernah meletus pada April 1815 dalam skala tujuh pada Volcanic Explosivity Index, yang kini menjadi objek wisata pegunungan, dan akan ada peringatan dua abad meletusnya Gunung Berapi Tambora, di Pulau Sumbawa, yang diagendakan April 2015.
Gunung Tambora atau Tomboro adalah sebuah stratovolcano aktif yang terletak di dua kabupaten di Pulau Sumbawa, yaitu Kabupaten Dompu (sebagian kaki sisi selatan sampai barat laut, dan Kabupaten Bima (bagian lereng sisi selatan hingga barat laut, dan kaki hingga puncak sisi timur hingga utara), Provinsi NTB.
Gunung Tambora terletak di sisi utara maupun selatan kerak oseanik, yang terbentuk oleh zona subduksi di bawahnya dan berada pada ketinggian sampai 4.300 meter persegi sehingga pernah menjadi salah satu puncak tertinggi di Nusantara dan mengeringkan dapur magma besar di dalam gunung itu, padahal diperlukan waktu seabad untuk mengisi kembali dapur magma tersebut.
Beberapa peneliti memperkirakan letusan Gunung Tambora mengakibatkan 92.000 orang terbunuh, lantaran tiga kerajaan yakni Kerajaan Pekat, Tambora dan Sanggar, dilaporkan ikut terkubur.
Saat itulah diperkirakan kapal kuno terkubur bersama awaknya dalam letusan Gunung Tambora
Menurut Tri, pembangunan infrastruktur jalan "by pass" itu, sekaligus membuka akses wisata untuk kawasan Tanjung Menangis, Pulau Moyo, Tambora dan Pulau Satonda.
Proyek jalan itu merupakan bagian dari peningkatan infrastruktur menuju kawasan strategis Teluk Saleh–Pulau Moyo-Gunung Tambora.
Jalur tersebut menyusuri Limung, Ai Bari, Tanjung Menangis, sepanjang 24 kilometer dengan lebar 30 meter.
Jalan "by pass" Sumbawa Besar – Ai Bari yang akan dibangun itu merupakan jalan "outlet" kawasan Teluk Saleh–Pulau Moyo dan Tambora sebagai pendukung pengembangan kawasan ekonomi maritim dan pariwisata nasional.
Dampak langsung peningkatan konektivitas di kawasan tersebut, yakni akan membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat Tana Samawa.
Dari hasil perhitungan dengan Tim Ahli Pemprov NTB yakni Prof DR Rokhmin Dahuri, diketahui nilai ekonomis produksi perikanan Teluk Saleh mencapai Rp11,6 triliun pertahun, yang dihasilkan dari budidaya udang, kerapu dan rumput laut.
"Nilai ekonomis itu belum termasuk pendapatan dari sektor pariwisata, yang juga sangat potensil di kawasan tersebut," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026