Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengingatkan warga agar mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD) pada masa peralihan musim dewasa ini.

"Cuaca yang kadang pagi cerah, siang hujan memicu timbulnya jentik nyamuk pada setiap titik genangan air," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Kamis.

Dikatakan, imbauan itu disampaikan juga karena berdasarkan data bulanan kasus DBD di Kota Mataram, pada bulan September 2022 naik satu kasus dibandingkan bulan Agustus.

"Data kasus DBD bulan September tercatat 37 kasus, sementara bulan Agustus 36 kasus," katanya.

Kendati peningkatan temuan kasus DBD itu relatif kecil, sambung Usman, harus tetap diwaspadai untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Apalagi jika melihat secara kumulatif kasus DBD Januari-September 2022 tercatat 521, dengan satu kasus kematian di bulan Januari.

Menurutnya, pada Januari 2022, menjadi temuan kasus DBD tertinggi selama ini dengan jumlah kasus 107 dan satu meninggal dunia karena terlambat dibawa ke rumah sakit.

"Bulan selanjutnya sampai sekarang temuan kasus di bawah 100 atau dua digit," katanya.

Terkait dengan hal itu, dia mengimbau agar masyarakat terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), melakukan gerakan 3M plus (menguras bak air, menutup dan mengubur barang bekas), plus melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

"Gerakan satu rumah satu jumantik (juru pemantau jentik) tetap harus disiagakan, di setiap rumah," katanya.

Selain itu, Dinkes juga telah membagikan bubuk abate kepada masyarakat secara gratis melalui kader kesehatan. Bubuk abate yang dimasukkan ke penampungan air atau genangan air bisa mencegah munculnya jentik nyamuk.

"Untuk kegiatan pengasapan atau fogging tetap kita lakukan, tapi difokuskan pada kelurahan yang warganya positif terjangkit DBD," ujarnya.

Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026