Menparekraf evaluasi EO imbas insiden Itaewon

id ITAEWON,BERDENDANG BERGOYANG,SANDIAGA UNO,SANDI UNO,KEMENPAREKRAF,EO,EVENT ORGANIZER,KONSER,HALLOWEEN

Menparekraf evaluasi EO imbas insiden Itaewon

Menparekraf Sandiaga dalam 'The Weekly Brief With Sandi Uno (WBSU)'  yang digelar di gedung Kemenparekraf, Jakarta, Senin (31/10/2022). ANTARA (Sinta Ambarwati)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan pihaknya mengambil pelajaran serta evaluasi terkait insiden yang terjadi pada perayaan Halloween di Itaewon, Seoul, Korea Selatan dan konser ‘Berdendang Bergoyang’ di Istora Senayan, Jakarta.
 

“Saya sudah menugaskan Ibu Rizki Handayani (Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf) melakukan evaluasi dan memberikan sosialisasi kepada pelaku event organizer (EO) untuk betul-betul mematuhi caring capacity, early warning system dan ketersediaan jalur evakuasi serta ketersediaan CPR,” ujar Sandiaga dalam The Weekly Brief With Sandi Uno (WBSU) yang digelar di gedung Kemenparekraf, Jakarta, Senin.

Sandi secara tegas mengingatkan kepada pelaku EO agar mematuhi protokol cleanliness, health, safety and environment sustainability (CHSE), melakukan publikasi dan pengelolaan yang lebih baik sehingga potensi terjadinya bencana dapat diminimalisir.

Selain itu, atas insiden yang jadi di Itaewon, Korea Selatan yakni pada perayaan Halloween (29/10) yang memakan ratusan korban jiwa, ia turut menyampakan duka cita.

“Atas nama Kemenparekraf dan bangsa Indonesia dan semua yang hadir di sini, menyampaikan bela sungkawa sebagai bentuk solidaritas atas insiden yang terjadi pada perayaan Halloween di Itaewon, dua WNI jadi kobran luka-luka,” ujar Menparekraf.

Tragedi Itaewon yang menelan korban jiwa ini diakibatkan penumpukan kerumunan, berdesak-desakan memadati jalanan dan gang-gang sempit di Distrik Itaewon yang dikenal untuk merayakan Halloween.

Baca juga: Kampung Wisata Loang Balok NTB meraih juara pertama ADWI 2022
Baca juga: Kemenparekraf katakan kuliner sebagai pintu masuk wisata ke Indonesia

Sementara itu, insiden lain juga terjadi di Indonesia yakni konser ‘Berdendang Bergoyang’ yang digelar tiga hari berturut-turut, pada Minggu, 30 Oktober terpaksa dihentikan pihak kepolisian karena melebihi kapasitas, timbul kondisi membahayakan termasuk saling dorong antar penonton yang ingin masuk ke lokasi konser.

Sandi menuturkan, pihaknya memanggil sejumlah EO dan mengingatkan agar lebih disiplin dengan mengatur kapasitas pengunjung lebih baik lagi. “Kami sudah memanggil seluruh EO untuk kami briefing karena telah over capacity,” jelas Sandi.