Mataram, 19/9 (ANTARA) - Sebanyak 31 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) segera menunaikan ibadah haji di Mekkah Al Mukarramah, bersama ribuan Jemaah Calon Haji (JCH).

  Seremoni pelepasan rombongan Jemaah Calon Haji dari kalangan anggota Korpri NTB itu, digelar di Aula Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Rabu, yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) NTB H Muhammad Nur.

  Seorang dari 31 orang PNS Pemprov NTB itu merupakan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji secara gratis karena merupakan bagian dari 30 orang Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD).

  Kepala SKPD yang menjadi bagian dari TPHD NTB itu yakni Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Penelitian (BLHP) NTB Syamsul Dilaga.

  Para JCH dari kalangan PNS itu dijadwalkan berangkat ke Mekkah bersama JCH lainnya, pada  21 September hingga 15 Oktober 2012. JCH NTB terdata sebanyak 4.502 orang, yang terbagi dalam 15 kelompok terbang. 

  Sekda NTB H Muhammad Nur mengatakan pemilihan anggota TPHD itu didasarkan pada pertimbangan manajerial, terkait tugas bimbingan rombongan jamaah haji.

  "Biasanya bergilir setiap tahun, namun diprioritaskan kepada pejabat yang belum haji, dan itu ada aturannya," ujarnya.

  Pada kesempatan itu, Nur mengingatkan para PNS calon haji itu agar selalu menjaga sikap dan tingkah laku selama prosesi ibadah haji.

  "Sebelum berangkat ke Tanah Suci, perlu introspeksi diri dan selama di sana (Mekkah) harus tetap menjaga citra daerah NTB," ujarnya.

  Untuk pertama kalinya, JCH asal NTB akan diberangkatkan ke Tanah Suci Mekkah, melalui Bandara Internasional Lombok (BIL) yang berloaksi di Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, langsung menuju Bandara Internasional King Abdul Azis Jeddah, Arab Saudi.

  Pada musim haji tahun-tahun sebelumnya, para jamaah calon haji asal NTB diberangkatkan ke Saudi Arabia melalui Embarkasi Haji Surabaya (Zona II). Jamaah haji asal NTB itu seringkali terbagi dalam 11 kloter, terdiri dari 10 kloter murni (semuanya asal NTB) dan satu kloter campuran (jamaah haji NTB dan Jawa Timur).

  Kini, NTB sudah memiliki embarkasi dan debarkasi haji Lombok, sehingga tidak lagi melalui Embarkasi-Debarkasi Juanda Surabaya.

  Pemberangkatan dan pemulangan JCH NTB melalui embarkasi haji Lombok, NTB, berdampak pada penghematan biaya sebesar Rp2,35 juta/orang yang biasanya untuk pembiayaan porter, konsumsi, transportasi darat dan tiket penerbangan dari Lombok ke Bandara Juanda Surabaya. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026