Selong, Lombok Timur (ANTARA) - Bupati Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, HM Sukiman Azmy mengajak Kepala Desa (Kades) agar dapat mendukung keberadaan badan usaha milik desa bersama (BUMDesma) dengan mengalokasikan dana Rp5 juta untuk modal.

"Dengan transformasi menjadi BUMDesma ini diharapkan dapat mendukung peningkatan pembangunan di desa dengan pengelolaan yang baik," katanya saat rapat persiapan unit pengelola kegiatan (UPK) eks program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri perdesaan (PNPM-MPD) bertransformasi menuju BUMDesma dikutip dari keterangan resminya di Selong, Rabu.

Ia mengatakan, transformasi ini dilaksanakan sesuai undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja telah melahirkan 49 aturan pelaksanaan di antaranya adalah PP nomor 11 dan Permendes nomor 15 Tahun 2021 yang mengamanatkan transformasi UPK eks PNPM mandiri pedesaan menjadi BUMDesma.

"Terdapat 9 kecamatan di Lombok Timur yang merupakan eks wilayah PNPM MPd, yaitu Montong Gading, Sukamulia, Suralaga, Pringgabaya, Suela, Sambalia, Keruak, Jerowaru, dan Sakra Barat," katanya.

Ia mengatakan, transformasi itu untuk menjaga keberlangsungan serta perluasan manfaat dana bergulir masyarakat yang selama ini dikelola UPK PNPM MPD, sekaligus mempercepat kemandirian desa.

"Aset eks UPK PNPM itu adalah aset bersama masyarakat yang kemudian menjadi modal bersama secara akumulatif, bergulir secara terus-menerus," katanya.

Bupati mengingatkan jika belum bertranformasi maka akan menimbulkan masalah hukum, dua kecamatan belum bersepakat untuk melakukan transformasi yaitu Sukamulia dan Sambelia.

"Kita berharap semua pihak agar melakukan kaji tiru untuk menyamakan persepsi para pengurus ke daerah yang telah berhasil melakukan transformasi," katanya.

Ia berharap semua pihak yang terlibat dapat melaksanakan tugas secara kredibel, transparan, dan akuntabel, sehingga program tersebut bisa berjalan sesuai dengan harapan dan bisa memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Program ini harus dilakukan secara terbuka untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat di Lombok Timur," katanya.

Sementara itu Ketua Forum BKAD/BPP Lombok Timur, Judan Putrabaya menyampaikan bahwa mereka bertahun-tahun mengembangkan dana rakyat untuk orang miskin dan memutuskan untuk bertransformasi menjadi BUMDesma.

"Dari Rp 2,6 miliar setelah digulirkan berkembang menjadi Rp 19 miliar," kata Judan Putrabaya.

 

Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026