Mataram, 27/12 (ANTARA) - Kabupaten Lombok Utara menyumbang sekitar 40 persen dari angka kunjungan wisatawan ke Provinsi Nusa Tenggara Barat selama 2012, yakni sebanyak satu juta wisatawan nusantara maupun mancanegara.

  Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata, Komunikasi dan Informasi Kabupaten Lombok Utara Sinar Wugiarno di Tanjung, Kamis mengatakan selama 2012 angka kunjungan wisatawan mencapai 400.000 orang, terbanyak berkunjung ke objek wisata tiga gili (pulau kecil), yakni Trawangan, Meno dan Gili Air.

  "Setiap hari wisatawan yang berkunjung menggunakan kapal cepat (fast boat) ke objek wisata Trawangan mencapai rata-rata 400 orang, belum termasuk dari Pelabuan Bangsal dan Telok Nara yang jumlahnya cukup banyak," katanya.

  Ia mengatakan, objek wisata Gili Trawangan menjadi ikon pariwisata NTB dan juga menjadi barometer kunjungan wisatawan,a rtinya jika di Trawangan sepi, maka di objek wisata kabupaten/kota lainnya akan lebih sepi.

  Menurut dia, selain karena keindahan objek wisata yang ada di Lombok Utara terutama Gili Trawangan, tingginya angka kunjungan wisatawan juga didukung oleh faktor keamanan yang selama ini cukup kondusif.

  "Alhamdulillah dengan situasi keamanan yang terpelihara dengan baik angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lombok Utara terus mengalami peningkatan setiap tahun. Kami optimis pada 2013 angka kunjungan wisatawan akan semakin meningkat," ujarnya.

  Dalam upaya menarik minat wisatawan untuk berkunjung, Pemkab Lombok Utara melakukan pembenahan destinasi wisata, seperti di Gili Trawangan telah dibangun jalan lingkar yang mengelilingi objek wista bahari sepanjang sekitar 7 kilometer.

  Dia mengatakan, pembangunan jalan lingkar yang mengelilingi objek wisata Trawangan itu tetap memeprtahankan keasliannya, karena itu tidak menggunakan aspal, tetapi dengan paping block.

  Selain itu, katanya, hingga kini di objek wisata Gili Trawangan masih menggunakan moda transportasi sepeda dan "cidomo" (sejenis kereta kuda), sehingga bebas dari polusi gas buang kendaraan bermotor.

  "Gili Trawangan merupakan objek wisata bebas polusi, karena hanya menggunakan sepeda dan cidomo. Di samping itu tidak ada lagi mesin diesel untuk pembangkit lsitrik di objek wisata tersebut, karena kebutuhah energi listrik di pasok dari luar menggunakan kabel bawah laut," kata Sinar.

(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026