Peran strategis para penyuluh itu dalam bentuk alih teknologi budidaya dan pengolahan hasil, fasilitasi akses permodalan dan meningkatkan jaringan kemitraan usahaLombok Tengah, NTB, 30/5 (Antara) - Kepala Pusat Penyuluhan (Kapusluh) Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Herman Suherman menilai penyuluh perikanan memiliki peran strategis dalam meningkatan peningkatan produksi dan produktivitas rumput laut.
"Peran strategis para penyuluh itu dalam bentuk alih teknologi budidaya dan pengolahan hasil, fasilitasi akses permodalan dan meningkatkan jaringan kemitraan usaha," katanya saat memberikan arahan pada pertemuan dengan 30 orang penyuluh perikanan di Loka Budidaya Laut Lombok Desa Gerupuk, Lombok Tengah, Kamis.
Kapusluh Kelautan dan Perikanan Herman Suherman berada di NTB mendampingi Menteri Kelutan dan Perikanan Sharif C Sutardjo yang melakukan penebaran 30.000 benih ikan kerapu bebek, kerpau macan dan kerapu hibrid.
Ia mengatakan, alih teknologi penanganan hasil panen rumput laut dari penjemuran sederhana atau langsung di atas pasir diubah menggunakan alat penjemur dari para-para bambu, sehingga mampu meningkatkan nilai higenitas sekalus meningkatkan harga rumput laut.
"Ini merupakan wujud nyata kinerja penyuluh perikanan yang berada di Lombok Tengah. Jumlah penyuluh perikanan di Lombk Tengah 27 orang pengawai negeri sipil (PNS) dan lima orang POenyluh Perikanan Tenaga Kontrak (PPTK)," katanya.
Dia mengatakan, penyuluh perikanan harus dapat membantu pelaku utama dalam upaya meningkatkan produksi yang diikuti dengan sinergi produksi hulu hilir guna menodorong optimisme pelaku usaha perikanan dalam rangka meningkatkan produksi dan menjaga keberlangsungannya, karena pasar tersedia dengan harga yang stabil.
Penyuluh perikanan, kata Herman, telah memfasilitasi konsumen dengan pihak pabrik pengolahan dan pemasaran serta mendorong kerja sama riset dan pengembangan dengan lembaga-lembaga penghasil teknologi.
"Penyuluh juga harus berperan aktif dalam mendorong program-program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan , seperti industrialisasi rumput laut, peningikatan kehidupan nelayan (PKN), Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) dan Minapolitan," kata Herman.
Menurut dia, potensi perikanan di Kabupaten Lombok Tengah yang cukup potensial diantaranya komoditas rumput laut dan lokasi budidaya antara lain berada di Desa Gerupuk dan Awang dengan total areal potensial seluas 475 hektare.
Tingkat pemanfaatan pada 2011 baru mencapai 214,63 ha dengan produksi tahun 2012 untuk Desa Gerupuk sebanyak 14.706,25 ton dan Awang 6.787,50 ton. (*)
Pewarta : Oleh Masnun
Editor:
Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2026