"Saya masih menjabat Wakil Ketua DPW PPP NTB karena belum ada SK pemecatan dari DPP, tapi saya menjadi calon anggota DPD asal NTB, untuk mengukur ketokohan. Apakah saya masih layak jadi tokoh NTB atau tidak, nanti kelihatan pada Pemilu 2014," kata Mu
Mataram (Antara Mataram) - H Muhammad SH yang masih menjabat Wakil Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengaku beralih ke Dewan Perwakilan Daerah (DPD) agar dapat mengukur ketokohannya.

"Saya masih menjabat Wakil Ketua DPW PPP NTB karena belum ada SK pemecatan dari DPP, tapi saya menjadi calon anggota DPD asal NTB, untuk mengukur ketokohan. Apakah saya masih layak jadi tokoh NTB atau tidak, nanti kelihatan pada Pemilu 2014," kata Muhammad, di Mataram, Senin.

Muhammad merupakan satu dari 41 calon anggota DPD asal NTB yang tercatat sebagai peserta Pemilu 2014 dan terangkum dalam Daftar Calon Tetap (DCT) yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan siap bertarung pada pemilu legislatif 9 April mendatang.

Para calon anggota DPD asal NTB yang masuk DCT Pemilu 2014 itu, terdiri dari 37 orang laki-laki dan empat orang perempuan.

Calon anggota DPD laki-laki yakni A Zulkarnaen Aripin Abdul Majid SAg asal Lombok Tengah, H Abdul Haris MSc MM asal Kota Mataram, H Abdul Kasim SH asal Lombok Barat, drh H Abdul Samad asal Kota Mataram, Andi Mapperumah MS asal Jakarta Selatan, dan Ir H Badrul Munir MM asal Kota Mataram.

Djaidun Hasan SE MM asal Sidoarjo, Prof DR Farouk Muhammad asal Kota Mataram, Haji Padli asal Lombok Tengah, Ir Ilham asal Kota Bima, Kahrul Zaman SH MH asal Kota Mataram, L Nasrullah Wijaya Kusuma SP MH asal Lombok Barat, TGH L Nurul Wathonis SPd asal Lombok Tengah, dan H L Sahrial Akhmadi SH asal Lombok Tengah.

Drs Lalu Agus Sarjana asal Lombok Tengah, TGH Lalu Mala Sar`i SAg asal Lombok Tengah, H Lalu Najatul Akbar asal Lombok Barat, Drs H Lalu Suhaimi Ismy asal Lombok Tengah, H Lalu Wiratmaja SH asal Lombok Tengah, Ir M Ikhsan Gemala Putra asal Kota Mataram, Drs H M Ikrom asal Lombok Tengah, HM Suparjito SSos asal Lombok Barat, H Masykur Siman asal Lombok Barat, dan TGH Muchlis Ibrahim MSi asal Lombok Barat.

Muh Turmuzi SH MMPd asal Lombok Utara, H Muhaimin Yahya SSos asal Lombok Timur, Muhammad Musannip asal Lombok Barat, H Muhammad SH asal Kota Mataram, Muhammad Nasrullah SAg asal Lombok Timur, TGH Muharrar Mahfuz asal Lombok Barat, Najamuddin Umar SE asal Kota Tengarang, dan Rukman SE asal Jakarta Timur.

DR Suharyanto H Soro ACA SPd MPd asal Kota Bandung, Supraman SE asal Lombok Tengah, Thamrin Mardjun asal Kota Mataram, Ir Tjatur Kukuh Surjanto asal Kota Mataram, dan Yani Sagaroa asal Sumbawa.

Sedangkan empat orang calon anggota DPD asal NTB dari kalangan perempuan yakni Baiq Diyah Ratu Ganefi SH asal Kota Mataram, Halimah Tusa`adiah SPd asal Lombok Tengah, Hj Robiatul Adawiyah SE asal Kota Mataram, dan Ir Hj Sri Sustini NS MM asal Kota Mataram.

Muhammad mengaku tidak aktif lagi di kepengurusan DPW PPP NTB, meskipun namanya belum dicoret dari struktur kepengurusan.

Ia kalah bersaing dengan Hj Wartiah, saat pemilihan Ketua DPW PPP NTB pada Musyawarah Wilayah (MuswiL) PPP NTB, akhir 2012.

"Memang saya tidak mau jabatan itu (Wakil Ketua DPW PPP NTB), tapi pusat belum juga pecat saya. Sebagai kader partai yang pernah membesarkan PPP di NTB, saya akhirnya memilih netral atau tidak pindah ke partai lain, namun memilih menjadi calon DPD," ujar politisi yang juga pengacara itu.

Muhammad optimistis dapat menjadi bagian dari empat orang anggota DPD asal NTB hasil Pemilu 2014 nanti, karena telah menyiapkan strategi jitu.

"Untuk menjadi anggota DPD asal NTB cukup mengantongi 90 ribu sampai 100 ribu suara, dan saya optimistis bisa meraih 250 ribu suara, ada strategi yang sudah disiapkan," ujarnya.

Dia berjanji akan konsisten memperjuangkan aspirasi daerah, jika kelak menjadi anggota DPD asal NTB, antara lain soal pemekaran wilayah, dan aspirasi daerah lainnya yang patut diperjuangkan.

"Saya sudah didukung oleh tiga pondok pesantren, makanya saya optimistis bisa masuk dua besar," ujar Muhammad. (*)


Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026