"Tim pengkaji ini hendak memperoleh gambaran, masalah, dan dampak eksploitasi SDA tambang terhadap nilai tambah ekonomi nasional," kata Deputi Bidang Pengkajian Strategik Lemhanas Irjen Pol Boy Salamuddin.
Mataram (Antara Mataram) - Tim dari Lembaga Ketahanan Nasional melakukan kajian dampak eksploitasi sumber daya alam tambang di wilayah Nusa Tenggara Barat, yang dikaitkan dengan nilai tambah ekonomi nasional, dan ketahanan nasional.

"Tim pengkaji ini hendak memperoleh gambaran, masalah, dan dampak eksploitasi SDA tambang terhadap nilai tambah ekonomi nasional," kata Deputi Bidang Pengkajian Strategik Lemhanas Irjen Pol Boy Salamuddin, pada pertemuan koordinasi dengan jajaran Pemerintah Provinsi NTB dan pihak terkait lainnya, di Mataram, Selasa.

Pertemuan koordinasi itu dikemas dalam bentuk fokus diskusi kelompok, yang dipimpin Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, dan merupakan bagian dari upaya pengumpulan data dan keterangan terkait kajian tim Lemhanas tersebut.

Hadir dalam forum diskusi itu Kapolda NTB Brigjen Pol Moechgiyarto, Komandan Korem (Danrem) 162 Wira Bhakti Kolonel Arh Kuat Budiman, dan pimpinan instansi terkait lainnya.

Hadir pula, General Manager Tanggungjawab Sosial dan Lembaga Pemerintahan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) Rahmat Makassau.

Tim pengkaji Lembahas itu sebanyak delapan orang, yang dikoordinir Irjen Boy Salamuddin, mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri.

Boy mengatakan, hasil kajian itu untuk pengayaan naskah peserta Lemhanas, untuk selanjutnya menghasilkan rumusan rekomendasi yang akan disampaikan kepada Presiden.

Penyusunan naskah peserta Lemhanas itu merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas kepemimpinan dalam program ketahanan nasional.

"Jadi, kami akan mengkaji dampak eksplorasi sumber daya alam, dan hal-hal pendukungnya seperti penerapan kearifan lokal dalam aktivitas pertambangan," ujarnya.

Selain itu, tim pengkaji Lembahas juga ingin menyerap berbagai informasi yang berkaitan dengan tata kelola sistem pemerintahah di wilayah NTB, terutama yang berkaitan dengan perekonomian. (*)

Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026