"Kampus baru itu mulai dipergunakan Senin (24/3), dan tadi pagi Direktur IPDN Regional Bali Nusra H Abdul Malik, sudah menemui Gubernur NTB guna menyampaikan rencana tersebut," kata Kabag Humas dan Protokol Setda NTB Tri Budiprayitno.
Mataram (Antara Mataram) - Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Regional Bali Nusa Tenggara segera menggunakan kampus baru yang dibangun di Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kampus baru itu mulai dipergunakan Senin (24/3), dan tadi pagi Direktur IPDN Regional Bali Nusra H Abdul Malik, sudah menemui Gubernur NTB guna menyampaikan rencana tersebut," kata Kabag Humas dan Protokol Setda NTB Tri Budiprayitno, di Mataram, Jumat.

Ia mengatakan, apel dan kuliah perdana IPDN Regional Bali Nusra di kampus baru itu akan dimulai pada 24 Maret, sesuai agenda Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri).

Sesungguhnya aktivitas perkuliahan IPDN Regional Bali-Nusra sudah dimulai sejak 21 Maret 2011, menggunakan kampus sementara dalam kompleks Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Pendidikan Latihan (Diklat) Provinsi NTB, di Mataram.

NTB mengantongi surat edaran Mendagri Nomor 82.1/77/SJ-10 Januari 2011 tentang Penyelenggaraan IPDN Regional, yang akan dimulai 21 Maret 2011.

Mendagri juga menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 60 tahun 2011 tentang Penetapan Kabupaten Lombok Tengah Sebagai Lokasi Pembangunan Kampus IPDN Regional NTB.

Kampus IPDN Regional Bali Nusra itu mulai dibangun pada 15 Desember 2011, yang dipercayakan kepada PT Pembangunan Perumahan (PP) selaku kontraktor pelaksana.

Pembangunan kampus IPDN di Lombok itu didukung anggaran yang bersumber dari APBN 2012 dan 2013, sebesar Rp180 miliar lebih.

Anggaran tersebut untuk pembangunan fisik bangunan dan fasilitas penunjang lainnya, pada areal seluas 24,5 hektare yang disediakan pemerintah daerah.

Lokasi kampus itu merupakan bagian dari lahan seluas 73 hektare milik Pemerintah Provinsi NTB yang dulunya merupakan kawasan perkebunan inti kapas, di Desa Puyung, Kabupaten Lombok Tengah.

Terdapat 30 jenis pekerjaan dalam pembangunan kampus IPDN Regional Bali-Nusra itu. Salah satunya klinik kesehatan yang diharapkan tidak hanya melayani para praja yang berjumlah sekitar 600 orang, tetapi juga masyarakat umum.

Pembangunan kampus IPDN regional itu dimulai, dan merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah melebur IPDN Jatinangor menjadi IPDN regional yang penyelenggaraannya di lima kota di Indonesia, yakni Mataram (NTB), Makasar (Sulawesi Selatan), Bukit Tinggi (Sumatera Barat), Banjar Baru (Kalimantan Selatan) dan Malang (Jawa Timur). Belakangan ditambah di Papua sehingga menjadi enam lokasi.

"Jadi, bangunan kampus yang sudah rampung dipergunakan dulu, meskipun peresmiannya baru akan digelar pada minggu ketiga April 2014, bersamaan dengan peresmian dua kampus IPDN regional lainnya yang berlokasi di Manado dan Papua," ujar Tri.

Saat ini, IPDN Lombok memiliki hampir 300 orang praja muda (tingkat pertama) dan madya (tingkat kedua), yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, atau bukan hanya putra-putri daerah NTB.

Setelah menjalani pendidikan tiga tahun dan dinyatakan lulus, maka para praja itu akan diangkat menjadi CPNS, yang penempatannya diatur oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri. (*)

Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026